Apa Itu Abris Sous Roche? Mengenal Hunian Gua Dangkal Prasejarah
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempelajari kehidupan manusia prasejarah di Indonesia tidak bisa lepas dari pemahaman tentang tempat tinggal mereka. Salah satu bentuk hunian yang menarik untuk diketahui adalah abris sous roche, yaitu tempat berlindung yang digunakan manusia purba ribuan tahun silam. Berbeda dengan gua pada umumnya, abris sous roche memiliki karakteristik unik yang membuatnya menjadi pilihan hunian strategis bagi manusia di masa lalu. Dengan mengenal lebih jauh tentang abris sous roche, kita bisa memahami bagaimana nenek moyang kita bertahan hidup dan beradaptasi dengan alam sekitar.
Pengertian dan Karakteristik Abris Sous Roche
Apa Itu Abris Sous Roche?
Menurut Perkembangan Kebudayaan Zaman Batu Tua dan Batu Madya oleh Azwar Anastain dkk., Abris sous roche berasal dari bahasa Prancis yang berarti "ceruk batu" atau "tempat berlindung di bawah batu". Dalam kajian arkeologi, istilah ini merujuk pada ceruk batu atau gua dangkal yang dimanfaatkan manusia prasejarah sebagai tempat tinggal. Berbeda dengan gua yang dalam dan tertutup, abris sous roche memiliki bagian depan yang terbuka sehingga memperoleh cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.
Kondisi tersebut membuat abris sous roche menjadi tempat yang ideal untuk berlindung dari hujan, panas, maupun gangguan binatang liar. Di dalamnya, manusia prasejarah menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti beristirahat, mengolah makanan, dan membuat peralatan sederhana.
Penemuan Abris Sous Roche di Indonesia
Di Indonesia, peninggalan abris sous roche banyak ditemukan di kawasan yang memiliki bentang alam karst. Penelitian yang dilakukan Van Stein Callenfels pada 1928–1931 menemukan situs penting di Goa Lawu, Sampung (Ponorogo) yang menghasilkan banyak alat dari tulang sehingga dikenal sebagai Sampung Bone Culture.
Selain di Sampung, peninggalan abris sous roche juga ditemukan di Besuki (Jawa Timur), Timor, Pulau Rote, serta Goa Leang Pattae di Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai pusat Kebudayaan Toala. Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa ceruk batu menjadi salah satu tempat hunian penting masyarakat Mesolitikum di Indonesia.
Kehidupan Penghuni Abris Sous Roche
Berbagai artefak yang ditemukan di dalam abris sous roche memberikan gambaran tentang kehidupan manusia pada masa Mesolitikum. Para arkeolog menemukan alat-alat batu seperti flakes, pebble, serta berbagai peralatan dari tulang yang digunakan untuk berburu, mengolah makanan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat yang menghuni abris sous roche masih mengandalkan kegiatan berburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan bahan makanan dari alam. Namun, dibandingkan masa Paleolitikum, mereka mulai memiliki tempat tinggal yang lebih tetap dan mulai mengenal cara bercocok tanam secara sederhana. Perkembangan tersebut menjadikan abris sous roche sebagai salah satu bukti penting perubahan pola hidup manusia dari kehidupan yang sepenuhnya nomaden menuju kehidupan yang lebih menetap.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia