Konten dari Pengguna

Arca: Pengertian dan Contoh Arca dari Masa Hindu-Buddha di Pekalongan

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arca di Indonesia. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arca di Indonesia. Foto: Pixabay.

Arca dikenal sebagai salah satu unsur penting dalam perkembangan budaya dan sejarah di Indonesia, terutama pada masa Hindu-Buddha. Keberadaan arca tidak hanya memperkaya nilai seni, tetapi juga menjadi penanda jejak spiritual dan sosial masyarakat masa lalu. Salah satu daerah yang memiliki warisan arca cukup menonjol adalah Pekalongan, dengan peninggalan dari periode Hindu-Buddha yang masih bisa ditemukan sampai sekarang.

Apa yang Dimaksud dengan Arca?

Arca merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang berkembang di berbagai wilayah nusantara, khususnya pada masa Hindu-Buddha. Menurut buku Arca-Arca Masa Hindu-Buddha di Pekalongan oleh Agustijanto Indradjaja dkk, arca biasanya berbentuk patung dengan karakter manusia, dewa, atau makhluk mitologis, dibuat dengan tujuan tertentu dalam kehidupan masyarakat.

Secara umum, arca adalah patung atau ukiran yang menggambarkan sosok tertentu, baik manusia maupun makhluk adikodrati. Arca menjadi salah satu media untuk mengekspresikan kepercayaan serta nilai-nilai yang dianut masyarakat pada zamannya.

Fungsi Arca pada Masa Hindu-Buddha

Pada era Hindu-Buddha, arca difungsikan sebagai sarana pemujaan, perlambang keagamaan, dan simbol pelindung. Keberadaan arca di candi, pura, atau tempat suci lain menjadi bagian penting dalam ritual keagamaan, sekaligus memperkuat identitas spiritual masyarakat saat itu.

Material dan Teknik Pembuatan Arca

Pembuatan arca pada masa Hindu-Buddha umumnya menggunakan batu andesit, perunggu, atau logam lain. Proses pembuatannya melibatkan teknik pahat dan ukir yang detail, menunjukkan kemampuan teknis dan artistik masyarakat masa itu.

Contoh Arca Masa Hindu-Buddha di Pekalongan

Indonesia menyimpan banyak arca peninggalan masa Hindu-Buddha, salah satunya di Pekalongan yang hingga kini masih dapat ditemukan di beberapa situs disana, antara lain:

Arca Ganesha

Salah satu contoh yang populer adalah arca Ganesha. Arca ini menggambarkan dewa berkepala gajah dan kerap ditemukan di wilayah Pekalongan. Biasanya, arca Ganesha memiliki ciri khas tertentu sesuai dengan gaya setempat.

Arca Durga Mahisasuramardini

Selain itu, terdapat pula arca Durga Mahisasuramardini. Arca ini sering dijumpai di lokasi yang dulu menjadi pusat pemujaan dan menampilkan relief yang menggambarkan pertempuran mitologis, sesuai narasi dalam kebudayaan Hindu.

Arca Siwa dan Lainnya

Tidak ketinggalan, arca Siwa dan beberapa arca lain juga ditemukan di Pekalongan. Setiap arca membawa ciri visual dan makna simbolis yang berbeda-beda, memperkaya pengetahuan tentang perkembangan seni dan spiritualitas di masa lalu.

Kesimpulan

Arca merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia, khususnya pada masa Hindu-Buddha. Keberadaan arca di Pekalongan menjadi bukti nyata perkembangan seni dan kepercayaan masyarakat setempat. Melalui arca, generasi masa kini bisa memahami nilai sejarah, spiritualitas, dan teknik seni yang pernah berkembang di nusantara.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.

Baca Juga: https://kumparan.com/jejaksejarah/mengenal-budaya-indonesia-sebagai-warisan-keragaman-dan-identitas-nusantara-26UVO84zFxZ