Asal Muasal Nama Banyuwangi: Legenda dan Sejarah Penamaan
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai wilayah paling timur di Pulau Jawa yang kaya akan kisah sejarah dan budaya. Nama Banyuwangi sendiri menyimpan cerita menarik yang diwariskan secara turun-temurun. Penjelasan asal muasal nama Banyuwangi kerap dikaitkan dengan legenda lokal yang sarat makna.
Sejarah Banyuwangi
Latar Sejarah Blambangan
Sejarah Banyuwangi tidak terlepas dari kejayaan Kerajaan Blambangan. Sejak masa Pangeran Tawang Alun (1655–1691) hingga Pangeran Danuningrat (1736–1763), wilayah ini masih relatif bebas dari campur tangan VOC meskipun secara politik Jawa Timur telah diserahkan kepada VOC pada 1743.
Konflik VOC, Inggris, dan Blambangan
Ketegangan memuncak ketika Inggris membuka kantor dagang di Banyuwangi pada 1766. Kehadiran Inggris mendorong VOC segera menguasai Blambangan. Rangkaian perang terjadi pada 1767–1772, dengan puncaknya Perang Puputan Bayu pada 18 Desember 1771.
Hari Jadi Banyuwangi
Tanggal 18 Desember 1771 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi, karena peristiwa Puputan Bayu dianggap sebagai bagian penting dari proses lahirnya Banyuwangi sebagai pusat kekuasaan dan perdagangan di ujung timur Jawa.
Legenda Asal Usul Banyuwangi
Tokoh dan Konflik
Legenda menceritakan Prabu Sulahkromo yang tergila-gila pada Sri Tanjung, istri Patih Sidopekso. Sang raja memfitnah Sri Tanjung setelah cintanya ditolak.
Fitnah dan Tragedi
Terhasut fitnah, Sidopekso menuduh istrinya berselingkuh. Sri Tanjung memohon agar jasadnya diceburkan ke sungai sebagai bukti kesucian: jika air berbau busuk ia bersalah, jika harum ia tidak bersalah.
Asal Nama “Banyuwangi”
Setelah Sri Tanjung dibunuh dan jasadnya diceburkan, air sungai yang semula keruh berubah jernih dan harum. Sidopekso pun menjerit “Banyu wangi” (air harum). Dari peristiwa inilah nama Banyuwangi dipercaya berasal.
Nilai Moral dalam Legenda
Cerita Sri Tanjung mengajarkan pentingnya kejujuran dan pengorbanan dalam kehidupan. Nilai moral ini terus dijaga dan diwariskan oleh masyarakat Banyuwangi hingga saat ini.
Kesimpulan
Asal muasal nama Banyuwangi merupakan perpaduan antara sejarah dan legenda yang hidup di tengah masyarakat. Kisah Sri Tanjung menjadi dasar penamaan sekaligus sumber inspirasi nilai-nilai moral di Banyuwangi. Memahami asal usul nama Banyuwangi membantu mengapresiasi warisan budaya daerah yang kaya makna.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara