Asal Usul dan Sejarah Permainan Lehong di Aceh
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Permainan tradisional masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Lehong, yang dikenal luas di Aceh. Artikel ini membahas asal usul, sejarah, serta peran permainan Lehong dalam budaya masyarakat Aceh dengan mengacu pada sumber terpercaya.
Pengenalan Permainan Lehong
Permainan Lehong menjadi salah satu bentuk hiburan yang diwariskan secara turun-temurun di Aceh. Menurut buku Permainan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh oleh Drs. H. Bambang Suwono, dkk., Lehong merupakan permainan rakyat yang tumbuh di tengah masyarakat lokal suku Aneuk Jamee di Aceh Selatan dan masih dimainkan hingga kini.
Apa Itu Permainan Lehong?
Lehong secara bahasa berarti “mati”, adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa usia 9-42 tahun. Permainan ini mengandalkan keterampilan, kecepatan, dan kerja sama tim.
Biasanya, lehong dijalankan di area terbuka sehingga menciptakan suasana yang penuh semangat. Area tersebut biasanya di halaman rumah yang luas, halaman masjid atau meunasah (madrasah khas Aceh) atau di tanah lapang suatu kampung.
Karakteristik Utama Permainan Lehong
Permainan lehong memiliki aturan yang sederhana dan mudah dipahami. Peserta biasanya terbagi dalam dua kelompok.
Pertama, satu orang bertugas menjaga sebuah tanda yang terbuat dari kaleng susu atau cat yang diisi batu agar bisa berbunyi nyaring. Kedua, sisa pemain (bisa sampai 10 orang) bersembunyi. Penjaga kaleng harus mencari pemain yang bersembunyi dan meninggalkan kaleng di tempatnya.
Jika pemain yang bersembunyi ketemu, maka si penjaga kaleng membunyikan kalengnya sambil meneriakkan nama lawannya diiringi kata “lehong”. Artinya, pemain yang ditemukan itu gugur.
Namun, jika selama pencarian itu ada pemain lawan yang berhasil menendang kaleng di tempat si pemain jaga, maka pemain jaga itulah yang “lehong” dan kalah. Permainan yang hanya melibatkan peralatan sederhana serta mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadikannya permainan favorit semua kalangan.
Permainan Lehong Berasal dari Mana?
Lehong berasal dari Aceh dan telah menjadi bagian dari identitas budaya lokal. Dalam keseharian masyarakat, lehong tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan sosial.
Asal Daerah Permainan Lehong
Permainan lehong berkembang pesat di berbagai wilayah Aceh. Pada mulanya muncul di Anak Jamee, Aceh Selatan. Setiap daerah di Aceh mengenal permainan ini dengan ciri khasnya masing-masing, sehingga memperkaya keberagaman budaya setempat.
Makna Budaya Permainan Lehong
Lehong bukan sekadar permainan, melainkan juga simbol kebersamaan. Permainan ini memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas dalam komunitas. Selain itu, Lehong sering dimainkan pada acara kebudayaan atau perayaan tertentu.
Sejarah Permainan Lehong
Riwayat permainan lehong sudah berlangsung sejak lama dan asli dari daerah Anak Jamee, Aceh Selatan sebagaimana dinyatakan dalam buku Permainan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Lehong diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Tradisi ini bertahan sebagai bagian dari keseharian masyarakat di Aceh.
Perkembangan dan Tradisi Lehong
Dalam perjalanan sejarahnya, lehong tetap eksis meski zaman telah berubah. Seperti yang tercatat dalam buku sumber, cara memainkannya yang mudah dan tidak memerlukan momentum tertentu membuat permainan ini tetap digemari dan terus dimainkan baik saat ada kegiatan masyarakat atau tidak. Dimainkan baik di lingkup keluarga maupun acara adat.
Peran Lehong dalam Kehidupan Masyarakat
Permainan lehong berperan sebagai sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan sosial. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun menjadikan lehong sebagai media interaksi yang menyenangkan. Dengan demikian, lehong berkontribusi dalam menjaga keharmonisan dan kekompakan warga.
Kesimpulan
Lehong merupakan permainan tradisional yang berasal dari Aceh dan tetap lestari hingga sekarang. Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan menjaga nilai-nilai budaya lokal. Dengan sejarah yang panjang, lehong berhasil mempertahankan posisinya di tengah masyarakat Aceh.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman