Candi Borobudur: Sejarah, Asal Usul, dan Pemugarannya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Borobudur merupakan monumen Buddha terbesar di dunia yang menjadi salah satu ikon kebudayaan Indonesia. Banyak orang mengenal Borobudur sebagai situs wisata, namun sejarah candi ini menyimpan kisah panjang mengenai proses pembangunannya, upaya pelestarian, serta data penting yang layak diketahui.
Asal Usul dan Pembangunan Candi Borobudur
Sejarah candi Borobudur erat kaitannya dengan perkembangan agama Buddha di Nusantara pada masa Dinasti Syailendra. Menurut Borobudur dalam Data oleh Maulana Ibrahim dan Linda Chaerosti, Borobudur diperkirakan didirikan sekitar abad VIII Masehi oleh keluarga Raja Sailendra. Candi Borobudur bukan hanya merupakan tumpukan batu bersejarah saja, namun dapat membuktikan tingginya kemampuan dan budaya leluhur Bangsa Indonesia
Latar Belakang Sejarah dan Budaya
Agama yang melatarbelakangi pembangunan Candi Borobudur berasal dari ajaran Buddha yang diperkenalkan oleh Siddharta Gautama. Salah satu perkembangannya adalah aliran yang dianut oleh para pengikut yang menyebut diri mereka sebagai Bodhisattwayana, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Mahayana, yang berarti "kendaraan besar".
Proses Pembangunan dan Arsitektur
Berdasarkan Borobudur 1973-1982 oleh Panitia Nasional Peresmian Berakhirnya Pemugaran Candi Borobudur, Borobudur memiliki tingkatan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia menuju kebijaksanaan tertinggi, yaitu kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu. Bangunan candi tersusun dari batu-batu yang dipasang tanpa menggunakan bahan perekat, sehingga dalam perkembangannya diperlukan berbagai upaya pemugaran untuk mengatasi ancaman kerusakan dan keruntuhan.
Perjalanan Pemugaran Candi Borobudur
Candi Borobudur sempat mengalami kerusakan akibat faktor alam dan waktu. Upaya pelestarian pun sudah berlangsung sejak era kolonial Belanda. Pemugaran besar-besaran pun dilakukan setelah kondisi candi dianggap mengkhawatirkan.
Upaya Pelestarian Sejak Era Kolonial
Upaya pelestarian Candi Borobudur dimulai dengan kegiatan pembersihan kawasan candi melalui penebangan pohon, pembersihan semak-semak, serta penggalian tanah yang menutupi bangunan candi. Selain itu, berbagai penelitian ilmiah juga dilakukan untuk mengkaji kondisi candi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan percepatan kerusakannya. Pemugaran secara terencana kemudian dilaksanakan untuk pertama kalinya pada awal abad ke-20 di bawah pimpinan insinyur Belanda, Theodoor van Erp.
Proyek Pemugaran
Pada awal tahun 1971, diselenggarakan pertemuan internasional di Yogyakarta untuk membahas ancaman yang dihadapi Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dunia. Pemugaran Candi Borobudur melibatkan kerja sama antara Pemerintah Indonesia, UNESCO, serta berbagai negara asing. Pemugaran tersebut dilakukan untuk melestarikan Candi Borobudur agar bukti kebesaran bangsa dapat diteruskan kepada generasi mendatang dalam wujudnya yang nyata.
Fakta Candi Borobudur
Menurut Borobudur dalam Data, Candi Borobudur memiliki ribuan panel relief dan 504 arca Buddha yang menggambarkan riwayat hidup Sang Buddha serta berbagai ajaran dan kisah keagamaan Buddha.
Struktur dan Relief
Borobudur memiliki 2.672 panel relief yang terdiri atas relief cerita dan relief hias, serta 504 arca Buddha yang tersebar di berbagai bagian candi. Relief-relief tersebut memuat kisah kehidupan Sang Buddha, ajaran moral, dan gambaran perilaku masyarakat.
Penemuan Ulang dan Status Warisan Dunia
Setelah ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814, Candi Borobudur semakin dikenal luas dan menjadi objek berbagai upaya penyelamatan serta penelitian. Bukunya History of Java yang terbit pada tahun 1817 turut memperkenalkan Borobudur kepada masyarakat luas, terutama di Eropa.
Kesimpulan
Sejarah candi Borobudur tidak hanya menyoroti kemegahan arsitektur, tetapi juga perjalanan panjang pelestarian dan makna budayanya. Upaya pelestarian yang terus dilakukan menjadikan Borobudur tetap berdiri kokoh hingga kini. Dengan mengetahui sejarah candi Borobudur, masyarakat dapat semakin menghargai warisan budaya yang luar biasa ini.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia