Cap Go Meh: Sejarah dan Makna Perayaan Imlek yang Penuh Tradisi
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perayaan Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian Imlek yang dinantikan banyak masyarakat Tionghoa di Indonesia. Tradisinya begitu kental, menghadirkan nuansa kebersamaan dan ragam ritual yang sarat simbol. Setiap tahun, momen Cap Go Meh tidak hanya dirayakan dengan suka cita, tetapi juga penuh makna budaya yang terus diwariskan lintas generasi.
Apa Itu Cap Go Meh?
Menurut artikel Pola Keyakinan Masyarakat Tionghoa terhadap Tatung pada Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang oleh Abd. Basith dan Hengky, Cap Go Meh merupakan puncak perayaan Imlek yang jatuh pada hari ke-15 dan dalam dialek Hokkian berarti malam ke-15.
Sejarah dan Asal Usul Cap Go Meh
Cap Go Meh berasal dari tradisi masyarakat Tiongkok sejak abad ke-17 dan menjadi ungkapan rasa syukur yang diwariskan turun-temurun. Cap Go Meh memiliki akar spiritual dan sosial yang kuat dalam komunitas Tionghoa.
Makna Cap Go Meh dalam Budaya Tionghoa
Cap Go Meh bukan sekadar perayaan penutup Imlek, melainkan Cap Go Meh dimaknai sebagai perayaan yang bertujuan menangkal kesialan dan memohon keselamatan bagi kehidupan masyarakat.
Tradisi Cap Go Meh di Indonesia
Di Indonesia, Cap Go Meh berkembang dengan ciri khas lokal di berbagai daerah. Perayaan ini kerap diwarnai festival, pawai, dan pertunjukan budaya yang melibatkan masyarakat lintas etnis. Tradisi Cap Go Meh di Singkawang, misalnya, dikenal luas karena kemeriahan dan kekompakan warganya dalam menjaga warisan budaya.
Kepercayaan dan Praktik Tatung pada Cap Go Meh
Salah satu tradisi unik dalam Cap Go Meh adalah ritual Tatung yang merupakan media utama dalam perayaan Cap Go Meh yang diyakini mampu menangkal roh jahat serta melindungi masyarakat dari berbagai keburukan. Praktik Tatung dilakukan oleh peserta yang menjalani ritual penyucian seperti berpuasa sebelum perayaan, dan diyakini mampu menangkal roh jahat serta melindungi masyarakat dari berbagai keburukan.
Kesimpulan
Cap Go Meh merupakan bagian penting dari tradisi Imlek yang sarat makna budaya dan spiritual bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan ini tidak hanya melambangkan penutupan tahun baru, namun juga menjadi wujud syukur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Melalui tradisi dan ritualnya, Cap Go Meh terus mempererat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara