Konten dari Pengguna

Cuneiform: Sistem Tulisan Kuno Pelopor Aksara Nusantara

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cuneiform. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cuneiform. Foto: Unsplash.

Sistem penulisan merupakan salah satu tonggak penting dalam peradaban manusia. Keberadaannya memungkinkan manusia untuk merekam peristiwa, pengetahuan, dan berbagai aspek kehidupan yang kemudian diwariskan ke generasi berikutnya.

Salah satu sistem tulisan tertua yang pernah ada adalah cuneiform atau huruf paku. Menariknya, sistem tulisan ini tidak hanya berkembang di wilayah Timur Tengah, tetapi juga memberi pengaruh hingga ke Nusantara dalam perkembangan aksara lokal.

Mengenal Cuneiform sebagai Sistem Tulisan Bangsa Sumeria

Cuneiform atau huruf paku merupakan salah satu sistem tulisan tertua yang berkembang pada peradaban bangsa Sumeria di Mesopotamia sekitar 3000 SM. Tulisan ini dibuat dengan menorehkan simbol-simbol berbentuk baji pada lempengan tanah liat yang kemudian dibakar agar menjadi permanen. Pada awal penggunaannya, cuneiform dimanfaatkan untuk keperluan pembukuan di kuil atau istana, pencatatan hasil panen, kegiatan perdagangan, serta administrasi. Seiring perkembangannya, cuneiform menyebar dari Sumer ke wilayah Akkad dan digunakan secara luas di kawasan Timur Tengah kuno. Ribuan lempengan tanah liat yang masih bertahan hingga sekarang menjadi sumber penting dalam mempelajari sejarah peradaban Mesopotamia.

Pengaruh Cuneiform terhadap Perkembangan Tradisi Tulis di Nusantara

Menurut artikel Cuneiform (Huruf Paku) sebagai Pelopor Lahirnya Aksara di Nusantara oleh Devy Adillia Maharani dkk., cuneiform menjadi salah satu tonggak awal perkembangan tradisi tulis dalam sejarah peradaban manusia. Tradisi dokumentasi yang berkembang di Mesopotamia kemudian memberi pengaruh terhadap perkembangan budaya tulis di berbagai wilayah dunia. Di Nusantara, tradisi tulisan mulai dibuktikan melalui Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai yang menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Aksara Pallawa selanjutnya berkembang menjadi berbagai aksara tradisional di Nusantara, seperti aksara Kawi dan aksara Jawa. Dengan demikian, perkembangan aksara di Indonesia tidak berasal langsung dari cuneiform, melainkan melalui jalur perkembangan aksara India yang kemudian beradaptasi dengan budaya lokal Nusantara.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia