Konten dari Pengguna

Geografi dan Sejarah Banjarbaru: Profil Lengkap Kota di Kalimantan Selatan

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kota Banjarbaru. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota Banjarbaru. Foto: Pixabay.

Banjarbaru merupakan salah satu kota penting di Provinsi Kalimantan Selatan dengan dinamika pertumbuhan yang cukup pesat. Kota ini dikenal sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian yang terus berkembang. Selain itu, Banjarbaru memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah di kawasan Kalimantan Selatan.

Geografi Banjarbaru

Berdasarkan dokumen Kota Banjarbaru dalam Angka 2025 oleh BPS Kota Bancarbaru, secara astronomis terletak pada 3°25’40”–3°28’37” Lintang Selatan dan 114°41’22”–114°54’25” Bujur Timur. Kota ini berada pada ketinggian sekitar 66 kaki di atas permukaan laut dengan kondisi wilayah yang relatif datar.

Secara geografis, Banjarbaru berbatasan dengan Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar di sebelah utara; Kabupaten Tanah Laut di selatan; Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar di timur; serta Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar di barat.

Pada awalnya, Banjarbaru merupakan bagian dari Kabupaten Banjar dan terdiri atas tiga kecamatan, yaitu Landasan Ulin, Cempaka, dan Banjarbaru. Sejak pemekaran wilayah tahun 2008, Banjarbaru berkembang menjadi lima kecamatan—Landasan Ulin, Liang Anggang, Cempaka, Banjarbaru Utara, dan Banjarbaru Selatan—yang seluruhnya mencakup 20 kelurahan.

Sejarah Banjarbaru

Jejak sejarah Banjarbaru dimulai jauh sebelum menjadi kota modern seperti saat ini. Proses pendirian hingga perubahan status administratifnya memberi warna tersendiri dalam perjalanan kota ini.

Awal Mula dan Rencana Pendirian

Banjarbaru dirancang sejak masa kolonial sebagai kawasan permukiman dan pusat administrasi baru karena potensi wilayahnya. Berdasarkan laman resmi JDIH Kota Banjarbaru, pada 1950-an, Gubernur Dr. Murjani bersama perencana D.A.W. van der Pijl merancang Banjarbaru sebagai calon ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, meski rencana tersebut sempat terhenti.

Perkembangan berlanjut hingga Banjarbaru berstatus Kota Administratif, lalu resmi menjadi kota otonom melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999, setelah sebelumnya dikenal sebagai kota administratif tertua di Indonesia.

Perkembangan Status Administratif

Banjarbaru mengalami perubahan status dari wilayah administratif menjadi kota otonom untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan pengelolaan pertumbuhan wilayah. Perubahan tersebut ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 yang menandai pemisahan Banjarbaru dari Kabupaten Banjar dan pengesahannya sebagai kota definitif.

Peran Banjarbaru Sebagai Kota Modern

Kini, Banjarbaru berperan sebagai kota penyangga dan juga menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan. Peran tersebut memperkuat posisinya sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi dan pusat layanan publik di wilayah ini.

Kesimpulan

Banjarbaru menampilkan potret kota yang terus berkembang di Kalimantan Selatan dengan keunggulan geografis dan sejarah yang beragam. Berbagai aspek geografi Banjarbaru serta perjalanan sejarahnya menjadikan kota ini layak diperhitungkan dalam peta pembangunan regional. Dengan posisi strategis dan status administratif yang matang, Banjarbaru siap melangkah ke masa depan sebagai kota modern dan dinamis.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.