Geografi dan Sejarah Salatiga: Kota Sejuk di Jawa Tengah
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salatiga dikenal sebagai kota kecil yang sejuk di Jawa Tengah, berada di antara Semarang dan Solo. Selain pesona alamnya, kota ini menyimpan riwayat sejarah yang panjang serta keunikan geografis yang menarik untuk dijelajahi. Artikel berikut mengulas geografi dan sejarah Salatiga beserta fakta-fakta terkini yang dirangkum dari sumber resmi.
Letak dan Kondisi Geografis Salatiga
Menurut Kota Salatiga Dalam Angka 2025 yang diterbitkan oleh BPS Kota Salatiga, Kota Salatiga terletak di wilayah dataran tinggi Jawa Tengah dengan ketinggian 450–825 meter di atas permukaan laut dan berbatasan dengan Kabupaten Semarang. Dengan luas wilayah 54,98 km², Kota Salatiga terbagi ke dalam empat kecamatan, yaitu Kecamatan Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Penggunaan lahannya didominasi oleh lahan nonpertanian, sementara sektor pertanian masih memanfaatkan sawah dan tegalan.
Sejarah Kota Salatiga
Menurut laman resmi Pemerintah Kota Salatiga, asal-usul Kota Salatiga didasarkan pada Prasasti Plumpungan yang menyebut wilayah ini telah ada sejak tahun 750 Masehi sebagai daerah perdikan bernama Hampra. Berdasarkan prasasti tersebut, Hari Jadi Kota Salatiga ditetapkan pada 24 Juli 750 M melalui Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 1995. Prasasti ini berisi ketetapan hukum tentang status daerah bebas pajak yang diberikan oleh raja sebagai bentuk penghargaan atas jasa masyarakat setempat.
Salatiga Masa Kolonial
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, batas wilayah dan status Kota Salatiga telah ditetapkan secara jelas. Berdasarkan Staatsblad Tahun 1917 Nomor 266, terhitung sejak 1 Juli 1917, Salatiga ditetapkan sebagai Stadsgemeente (kotapraja) yang mencakup delapan desa. Didukung oleh kondisi geografis, iklim yang sejuk, serta letaknya yang strategis, Salatiga dikenal sebagai kota yang indah dan berkembang pada masa kolonial Belanda.
Salatiga Pasca Kemerdekaan
Kota Salatiga awalnya berstatus Staat Gemente berdasarkan Staatsblad 1923 Nomor 393. Karena keterbatasan luas wilayah, dilakukan pemekaran yang terealisasi melalui PP Nomor 69 Tahun 1992 sehingga Salatiga memiliki luas 5.898 hektare dengan empat kecamatan dan 22 kelurahan. Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, status Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga berubah menjadi Kota Salatiga.
Peran Salatiga di Jawa Tengah
Berdasarkan laman resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Salatiga, Kota Salatiga dikenal sebagai kota Toleran, kota pendidikan, olah raga, perdagangan, dan transit pariwisata. Kwmudian letaknya berada pada jalur regional Jawa Tengah yang menghubungkan kota regional Jawa Tengah yang menghubungkan kota Semarang dan Surakarta.
Kesimpulan
Geografi dan sejarah Salatiga membentuk karakter unik kota ini di Jawa Tengah. Keindahan alam, letak strategis, serta warisan budaya memberikan daya tarik tersendiri.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.