Kapak Genggam: Peralatan Masa Paleolithikum di Pacitan
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempelajari artefak peninggalan manusia purba dapat membuka wawasan tentang kehidupan masa lalu. Salah satu penemuan arkeologi penting dari Indonesia adalah kapak genggam yang ditemukan di wilayah Pacitan, Jawa Timur. Alat batu ini menjadi bukti keterampilan teknologi manusia pada masa Paleolithikum atau zaman batu tua.
Menurut artikel Irfan Hakim dalam Teknologi Pembuatan Kapak Genggam Pada Masa Paleolithikum di Pacitan, kapak genggam merupakan hasil budaya material yang menunjukkan kemampuan adaptasi manusia prasejarah terhadap lingkungannya. Pacitan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Paleolithikum terpenting di Indonesia.
Apa Itu Kapak Genggam dan Ciri Khasnya?
Kapak genggam merupakan salah satu alat batu yang digunakan manusia pada masa Paleolithikum. Di Indonesia, alat ini banyak ditemukan di kawasan Pacitan, Jawa Timur. Menurut artikel Teknologi Pembuatan Kapak Genggam pada Masa Paleolithikum di Pacitan, kapak genggam merupakan perkembangan dari kapak perimbas yang digunakan pada masa Paleolithikum tingkat lanjut. Bentuknya lebih memanjang dan meruncing dibandingkan kapak perimbas sehingga mencerminkan perkembangan teknologi pembuatan alat batu pada masa prasejarah.
Fungsi Kapak Genggam dalam Kehidupan Manusia Purba
Kapak genggam digunakan untuk membantu berbagai aktivitas sehari-hari manusia prasejarah, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Alat ini dimanfaatkan untuk memotong batang tumbuhan, menguliti hewan buruan, serta menggali tanah guna mencari umbi-umbian. Keberadaan kapak genggam menunjukkan bahwa manusia Paleolithikum mulai mengembangkan teknologi sederhana agar pekerjaan mereka menjadi lebih mudah dan efisien.
Bagaimana Proses Pembuatan Kapak Genggam?
Artikel menjelaskan bahwa teknologi pembuatan kapak genggam di Pacitan berkembang melalui dua teknik utama, yaitu monofasial dan bifasial. Teknik monofasial umumnya digunakan untuk membuat kapak perimbas dengan menajamkan satu sisi batu, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sebagai tempat menggenggam. Sementara itu, teknik bifasial digunakan pada kapak genggam dengan melakukan penajaman pada kedua sisi batu. Pemangkasan dilakukan dari permukaan menuju pinggiran batu, sementara sebagian kulit batu pada pangkal tetap dipertahankan sebagai pegangan. Teknik bifasial dianggap sebagai bentuk perkembangan teknologi pembuatan alat batu pada masa Paleolithikum.
Pacitan sebagai Pusat Kebudayaan Paleolithikum
Pacitan merupakan salah satu wilayah penting dalam kajian kehidupan manusia prasejarah di Indonesia. Di daerah ini ditemukan berbagai alat batu, termasuk kapak genggam dan kapak perimbas, yang pertama kali dilaporkan oleh Von Koenigswald pada tahun 1935. Banyaknya temuan tersebut menjadikan Pacitan dikenal sebagai salah satu pusat Kebudayaan Paleolithikum di Indonesia. Penemuan kapak genggam di kawasan ini memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi manusia prasejarah dalam memanfaatkan batu sebagai alat untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia