Konten dari Pengguna

Kebijakan Politik pada Masa Orde Baru dan Dampaknya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kebijakan Politik Masa Orde Baru. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kebijakan Politik Masa Orde Baru. Foto: Pixabay.

Era Orde Baru yang berlangsung dari 1966 hingga 1998 menandai perubahan besar dalam sistem pemerintahan Indonesia. Masa ini dimulai setelah Presiden Soeharto menerima Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar yang menjadi landasan legitimasi kekuasaannya.

Pemerintahan Orde Baru memiliki tiga prinsip utama yang menjadi fondasi kebijakannya. Ketiga prinsip tersebut mencakup stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan penerapan demokrasi Pancasila. Namun dalam praktiknya, banyak kebijakan yang justru membatasi ruang demokrasi dan kebebasan masyarakat.

Prinsip Dasar dan Karakteristik Kebijakan Politik Orde Baru

Sistem Politik Orde Baru

Menurut Ameilia Ananda Putri dalam artikel Kebijakan-Kebijakan Politik Pemerintahan Orde Baru terhadap NKRI, sistem politik Orde Baru ditandai oleh sentralisasi kekuasaan, di mana pemerintah pusat memegang kendali yang kuat atas birokrasi, militer, dan proses pengambilan keputusan politik dengan tujuan menjaga stabilitas nasional.

Peran Militer dalam Pemerintahan

Dominasi militer menjadi salah satu ciri pemerintahan Orde Baru karena militer memiliki pengaruh besar dalam bidang politik, ekonomi, dan keamanan negara.

Pancasila sebagai Asas Tunggal dan P4

Pemerintah Orde Baru menegaskan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dampak Kebijakan Politik Orde Baru terhadap NKRI

Dampak Umum

Kebijakan politik Orde Baru membawa dampak positif berupa stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan seperti pembatasan demokrasi, pelanggaran hak asasi manusia, dan ketimpangan sosial.

Kebijakan Represif dan Kontrol Politik

- Pengawasan Politik

Pemerintah Orde Baru melakukan pengendalian politik melalui aparat keamanan, pengawasan media massa, dan tindakan represif terhadap pihak-pihak yang dianggap mengancam stabilitas pemerintahan.

- Pembatasan Pers

Pemerintah Orde Baru mengawasi media massa secara ketat sehingga pers yang bersikap kritis sering mengalami penyensoran, intimidasi, dan dijadikan sarana propaganda pemerintah.

- Pelanggaran HAM

Pemerintahan Orde Baru menerapkan berbagai tindakan represif, termasuk penangkapan terhadap pihak-pihak yang dianggap mengancam stabilitas negara serta pembatasan kebebasan berpendapat.

Pembangunan Ekonomi dan Warisan Politik

- Pembangunan Infrastruktur

Pemerintah Orde Baru memusatkan pembangunan ekonomi pada proyek-proyek besar serta pengembangan sektor industri, pertanian modern, dan pertambangan.

- Kesenjangan dan Korupsi

Di balik pertumbuhan ekonomi, pemerintahan Orde Baru juga menghadapi berbagai persoalan seperti ketimpangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Warisan Politik Orde Baru

Warisan politik Orde Baru terlihat dari kuatnya sentralisasi kekuasaan, dominasi militer, serta pengendalian politik yang memengaruhi perkembangan demokrasi di Indonesia.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia