Konten dari Pengguna

Kenapa Disebut Kue Keranjang? Sejarah dan Makna Kue Keranjang Imlek

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hidangan khas Imlek. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hidangan khas Imlek. Foto: Pixabay.

Kue keranjang dikenal luas sebagai salah satu makanan khas yang selalu hadir saat perayaan Imlek. Cita rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal membuatnya mudah dikenali di antara sajian lainnya. Namun, ada makna dan sejarah panjang di balik nama serta tradisi menyajikan kue ini setiap Tahun Baru Tionghoa.

Asal-Usul Nama Kue Keranjang

Nama “kue keranjang” muncul bukan tanpa alasan. Menurut artikel Makna Serta Interaksi Sosial Tentang Kue Keranjang Perayaan Imlek di Indonesia oleh Kelvin Carrie dan Suwandi, sebutan “kue keranjang” berasal dari wadah atau cetakan berbentuk keranjang yang digunakan dalam pembuatan kue tersebut. Kue ini sudah lama menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Makna di Balik Nama "Keranjang"

Penyebutan “keranjang” merujuk pada wadah tempat kue ini dicetak. Selain sebagai nama, bentuk bulatnya melambangkan keutuhan dan kekeluargaan dalam tradisi Imlek.

Bentuk dan Penyajian Kue Keranjang

Kue keranjang biasanya berbentuk bulat. Umumnya, adonan dituangkan ke dalam wadah berbentuk bundar yang terbuat dari anyaman bambu atau plastik. Saat Imlek, kue keranjang disusun bertingkat atau dibungkus daun, lalu diletakkan di altar atau meja sembahyang sebagai persembahan. Dalam tradisi Imlek, kue keranjang yang disusun bertingkat ini merupakan harapan peningkatan rezeki dan kemakmuran. Selanjuutnya, fungsi kue keranjang digunakan sebagai bagian dari sesaji dalam upacara sembahyang leluhur masyarakat Tionghoa.

Perkembangan Tradisi Kue Keranjang di Indonesia

Tradisi membuat dan membagikan kue keranjang menyebar luas di Indonesia seiring perkembangan komunitas Tionghoa.

Makna Sosial dan Budaya Kue Keranjang

Kehadiran kue keranjang tidak hanya berkaitan dengan makanan, melainkan juga filosofi dan nilai sosial. Kue ini melambangkan harapan akan keberuntungan dan kebaikan sepanjang tahun baru. Tekstur lengket kue keranjang melambangkan hubungan persaudaraan yang erat dan kebersatuan keluarga. Kemudian rasa manis pada kue keranjang melambangkan kebahagiaan dan sukacita dalam kehidupan.

Peran Kue Keranjang dalam Interaksi Sosial Keluarga dan Komunitas

Momen membagikan kue keranjang kepada keluarga dan kerabat mempererat hubungan sosial. Tradisi ini menjadi sarana memperkuat solidaritas, saling menghargai, dan menjaga hubungan baik di lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Kue keranjang memiliki sejarah panjang dan makna mendalam dalam perayaan Imlek. Nama dan bentuknya mewakili harapan akan keharmonisan serta keberuntungan bagi keluarga. Selain sebagai sajian khas, kue keranjang berperan penting dalam mempererat hubungan sosial dan budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.

Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara