Konten dari Pengguna

Kerajaan Islam Pertama di Aceh dan Perannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Pertama di Aceh. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Pertama di Aceh. Foto: Pixabay.

Aceh dikenal sebagai wilayah yang memiliki hubungan erat dengan Islam sejak masa awal penyebarannya di Nusantara. Wilayah ini menjadi pintu masuk utama ajaran Islam karena letak geografisnya yang strategis di jalur perdagangan internasional. Keberadaan Kerajaan Perlak sebagai kerajaan Islam pertama di Aceh menjadi bukti kuat bahwa Islam telah berakar dalam pada abad ke-9 Masehi.

Perkembangan peradaban Islam di Aceh tidak terlepas dari peran para pedagang dan ulama yang datang dari Gujarat serta Arab. Mereka tidak hanya berdagang, tetapi juga menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat lokal. Proses islamisasi ini berlangsung secara damai dan diterima dengan baik oleh penduduk setempat.

Kerajaan Perlak sebagai Awal Berkembangnya Islam di Aceh

Kerajaan Perlak (Peureulak) dikenal sebagai salah satu pusat awal berkembangnya Islam di Aceh. Menurut Titi Mildawati & Bahaking Rama dalam artikel Sejarah Perkembangan Islam Pada Masa Awal Hingga Munculnya Kerajaan Islam di Aceh (Lembaga Pendidikan Islam dan Tokohnya), Perlak merupakan wilayah tempat Islam pertama kali bertapak di Aceh sebelum kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara. Letaknya yang berada di jalur perdagangan internasional menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi pedagang dan musafir dari berbagai negeri sehingga mempercepat proses penyebaran Islam. Selain Perlak, Kerajaan Samudera Pasai juga berperan penting sebagai pusat penyebaran Islam di Nusantara dan menjadi tujuan para ulama maupun pengembara dari berbagai negara.

Lembaga Pendidikan dan Tokoh Penting Masa Awal

Perkembangan Islam di Aceh turut melahirkan lembaga pendidikan Islam seperti meunasah, rangkang, dan dayah. Meunasah menjadi tempat pendidikan dasar untuk belajar membaca Al-Qur'an, rangkang menjadi jenjang lanjutan di lingkungan masjid, sedangkan dayah menjadi lembaga pendidikan yang berfokus pada pendalaman ilmu-ilmu keislaman, seperti tafsir dan fikih. Seiring perkembangannya, banyak ulama Aceh memperdalam ilmu di Makkah dan Madinah, sementara para sultan juga mengundang ulama dari luar negeri untuk mengembangkan pendidikan Islam. Tradisi keilmuan tersebut menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat perkembangan Islam yang berpengaruh di Nusantara.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia