Konten dari Pengguna

Kerajaan Samudera Pasai: Sejarah, Islamisasi, Kehidupan Masyarakat & Keruntuhan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Samuder Pasai. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Samuder Pasai. Foto: Pixabay.

Kerajaan Samudera Pasai merupakan salah satu kerajaan Islam pertama di Nusantara yang memiliki peran penting dalam perkembangan perdagangan dan penyebaran agama Islam. Berdiri pada akhir abad ke-13 di pesisir utara Sumatra, kerajaan ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang menghubungkan Nusantara dengan Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Selain dikenal sebagai kerajaan maritim yang maju, Samudera Pasai juga menjadi pusat perkembangan pendidikan Islam serta melahirkan tradisi pemerintahan bercorak kesultanan yang berpengaruh terhadap kerajaan-kerajaan Islam berikutnya di Indonesia.

Awal Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai

Latar Belakang Berdirinya

Berdasarkan artikel Sejarah Kerajaan Samudera Pasai di Indonesia oleh Aulia Dinan Muhammad Dzakiyy dan Muhammad Farhan Febrian, Kerajaan Samudera Pasai berdiri pada akhir abad ke-13 dan didirikan oleh Meurah Silu. Setelah memeluk agama Islam, ia bergelar Sultan Malik al-Saleh dan menjadi sultan pertama Kerajaan Samudera Pasai. Menurut Kronika Pasai, keberhasilannya membangun kerajaan berawal dari kekayaan dan dukungan masyarakat yang berhasil ia peroleh.

Asal Usul Nama Samudera Pasai

Menurut Hikayat Raja-Raja Pasai, nama Samudera berasal dari kisah ditemukannya seekor semut raksasa oleh Meurah Silu. Sementara itu, Pasai merupakan nama kerajaan yang kemudian diberikan kepada putranya, Sultan Malik az-Zahir. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata Samudera berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "laut", sedangkan Pasai diduga berasal dari bahasa Persia (Pasee atau Parsee).

Letak dan Wilayah Kekuasaan

Kerajaan Samudera Pasai terletak di pesisir utara Aceh, sekitar wilayah Lhokseumawe. Pada masa kejayaannya, wilayah kerajaan berada di antara Sungai Pasai dan Sungai Peusangan serta diperkirakan meluas hingga kawasan Sungai Jambu Aye. Letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional menjadikan Samudera Pasai berkembang sebagai pusat perdagangan maritim.

Pergantian Kepemimpinan Kerajaan

Kerajaan Samudera Pasai diperintah oleh sejumlah sultan sejak abad ke-13 hingga abad ke-16. Beberapa penguasa yang pernah memimpin antara lain Sultan Malik al-Saleh, Sultan Muhammad Malik az-Zahir, Sultan Ahmad Malik az-Zahir, Sultanah Nahrasiyah, Sultan Abdullah Malik az-Zahir, hingga Sultan Zainal Abidin yang menjadi penguasa terakhir sebelum kerajaan berakhir pada tahun 1524 M.

Proses Masuk dan Berkembangnya Islam

Awal Masuknya Islam

Sebelum Islam berkembang, wilayah Sumatra dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha, terutama pada masa Kerajaan Sriwijaya. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa Islam telah berkembang di Samudera Pasai sejak wafatnya Sultan Malik al-Saleh pada tahun 1297 M. Dalam Hikayat Raja-Raja Pasai, Meurah Silu dikisahkan memeluk Islam setelah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW.

Peran Samudera Pasai dalam Penyebaran Islam

Penyebaran Islam di Samudera Pasai berlangsung melalui perdagangan, pelayaran, dan dakwah para ulama dari Timur Tengah, Persia, serta India. Sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, Samudera Pasai berkembang menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus tempat berkembangnya pendidikan dan hukum Islam.

Kehidupan Masyarakat Kerajaan Samudera Pasai

Kehidupan Ekonomi

Perekonomian Samudera Pasai bertumpu pada perdagangan internasional. Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi lada, emas, dan kapur barus. Kerajaan juga telah menggunakan mata uang emas berupa dirham sebagai alat pembayaran, yang menunjukkan kemajuan sistem ekonominya.

Kehidupan Sosial dan Budaya

Kemajuan perdagangan menciptakan masyarakat yang makmur dengan kehidupan sosial yang berlandaskan ajaran Islam. Hubungan diplomatik dengan berbagai wilayah seperti Cina, Pattani, dan Terengganu turut memperkaya perkembangan budaya kerajaan.

Perkembangan Pendidikan Islam

Samudera Pasai menjadi salah satu pusat pendidikan Islam di Asia Tenggara. Kegiatan belajar dilaksanakan melalui majelis taklim dan halaqah dengan materi utama fikih mazhab Syafi'i. Para ulama dari berbagai wilayah juga sering berdiskusi dengan para sultan mengenai persoalan keagamaan dan ilmu pengetahuan.

Sistem Pemerintahan

Kerajaan Samudera Pasai menerapkan sistem kesultanan yang berlandaskan syariat Islam. Sejak masa Sultan Malik al-Saleh, pemerintahan dijalankan dengan memadukan kekuasaan politik dan nilai-nilai keislaman sehingga kerajaan menjadi salah satu pusat Islam yang berpengaruh di Nusantara.

Keruntuhan Kerajaan Samudera Pasai

Faktor Penyebab Keruntuhan

Kemunduran Kerajaan Samudera Pasai disebabkan oleh beberapa faktor, seperti melemahnya kepemimpinan, munculnya Kesultanan Malaka sebagai pusat perdagangan baru, serta semakin kuatnya Kesultanan Aceh.

Berakhirnya Kekuasaan Samudera Pasai

Pada tahun 1524 M, Kesultanan Aceh berhasil menguasai Samudera Pasai. Peristiwa ini menandai berakhirnya kerajaan yang pernah menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam pertama di Nusantara.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia