Kuliner Tradisional Solo: Ragam Hidangan dan Resep Autentik
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Solo dikenal sebagai kota yang kaya akan tradisi, termasuk dalam urusan kuliner. Ragam makanan khasnya lekat dengan identitas lokal dan masih jadi daya tarik bagi banyak orang. Kuliner tradisional Solo menawarkan cita rasa yang khas dan resep yang diwariskan turun-temurun.
Mengenal Kuliner Tradisional Solo
Kuliner tradisional Solo dikenal memiliki rasa gurih, manis, dan cenderung ringan di lidah. Hidangan ini biasanya disajikan dengan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan. Kekayaan kuliner Solo merupakan bagian penting dari warisan budaya yang perlu dijaga.
Sejarah Singkat dan Ciri Khas Kuliner Solo
Menurut artikel A Rainbow on the Table: Historical Study of Culinary Diversity in Solo oleh Heri Priyatmoko, sejarah kuliner Solo sebagai hasil proses panjang interaksi budaya antar komunitas. Ciri khas kuliner Solo ditunjukkan melalui keberagaman jenis makanan yang lahir dari akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, Eropa, dan Arab, sehingga menjadikan Solo dikenal sebagai kota “keplek ilat” (mouthwatering) dan ‘surga kuliner’.
Pentingnya Melestarikan Kuliner Tradisional
Melestarikan kuliner tradisional Solo berarti menjaga identitas budaya daerah. Selain itu, resep-resep ini juga menjadi penghubung antar generasi.
Daftar Kuliner Tradisional Solo yang Ikonik
Beberapa hidangan khas Solo bahkan mulai sulit ditemukan di pasaran meski tetap populer.
1. Nasi Liwet
Kuliner lokal Jawa yang dianggap otentik dan telah lama hadir dalam tradisi masyarakat Solo, termasuk dalam konteks keraton dan upacara adat.
2. Selat (Selat Solo)
Kuliner hasil pengaruh Eropa (Belanda) yang mengalami penyesuaian dengan lidah Jawa dan menjadi identitas kuliner Solo.
3. Sup (Soup ala Eropa)
Hidangan yang diperkenalkan oleh komunitas Eropa pada masa kolonial dan kemudian diterima dalam budaya makan masyarakat Solo.
4. Bakmi Toprak
Kuliner hasil akulturasi Tionghoa–Jawa, memadukan mi, tahu, tempe, sayuran, dan daging.
5. Timlo
Makanan berkuah yang merupakan adaptasi dari kimlo Tionghoa, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Muslim di Solo.
6. Tengkleng
Kuliner yang lahir dari kreativitas masyarakat Solo pada masa kesulitan, khususnya periode pendudukan Jepang.
7. Sate Buntel
Kuliner yang berkaitan dengan pengaruh Arab dan budaya priyayi, dikaitkan dengan gaya hidup makan di luar (ngiras).
8. Sate Kere
Makanan rakyat yang merepresentasikan kreativitas kelas bawah sebagai bentuk tandingan budaya elite.
9. Sate Jamu
Kuliner ekstrem yang disebut sebagai bagian dari spektrum keragaman kuliner Solo.
Resep Otentik Kuliner Tradisional Solo
Resep-resep asli Solo diwariskan secara turun-temurun sehingga tetap terjaga keasliannya.
1. Nasi Liwet
Nasi liwet dimasak dengan cara menanak beras yang disiram atau dicampur dengan santan.
2. Selat (Selat Solo)
Daging sapi iris (slachtje) merupakan bahan utama dalam selat. Bahan lainnya meliputi aardappel (kentang), wortelen (wortel), boon (buncis), komkommer (mentimun), sla (selada), ei (telur), dan sojasous (saus kedelai), serta mayones.
3. Bakmi Toprak
Di dalamnya terdapat berbagai macam bahan makanan seperti sosis Solo, mi kuning, kacang-kacangan, tahu, tempe, cakwe, bihun, rambak, kubis, tauge, bawang goreng, dan daging sapi.
4. Timlo
Pertama, goreng tujuh siung bawang yang telah dicincang. Masukkan daging ke dalam wajan hingga terlihat memutih, kemudian tuangkan air mendidih secukupnya. Masukkan bihun, jamur kuping, dan nasi.
5. Sate Buntel
Para pedagang berkreasi dengan menggiling daging yang lunak dan membungkusnya dengan lemak kambing.
6. Sate Kere
Sate kere (sate orang miskin) dibuat dari tempe gembus dan jeroan sapi.
Upaya Melestarikan Kuliner Tradisional Solo
Pelestarian makanan khas Solo sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dan generasi penerus.
Peran Generasi Muda
Generasi muda berperan penting sebagai penerus tradisi kuliner agar resep lama tak hilang tergerus zaman.
Inisiatif Komunitas Kuliner
Komunitas kuliner lokal kerap mengadakan festival atau pelatihan memasak sebagai upaya memperkenalkan kembali makanan tradisional.
Pentingnya Dokumentasi Resep Tradisional
Mencatat dan menyebarluaskan resep otentik sangat membantu menjaga kelestarian kuliner Solo, terutama bagi generasi berikutnya.
Kesimpulan
Kuliner tradisional Solo merupakan bagian penting dari identitas budaya yang layak dilestarikan. Ragam hidangan dan resep autentik dari Solo terus menjadi daya tarik sekaligus pengingat akan kekayaan kuliner Indonesia. Upaya pelestarian dari berbagai pihak menjadi kunci agar kekayaan kuliner tradisional Solo tetap hidup dan dikenal luas.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara