Konten dari Pengguna

Kutau: Aturan dan Sejarah Permainan Tradisional Sumatera Selatan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak-anak sedang berlatih permainan tanding. Sumber foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak sedang berlatih permainan tanding. Sumber foto: pixabay.com

Permainan tradisional Kutau masih dikenal di Sumatera Selatan sebagai salah satu warisan budaya yang kaya nilai. Aktivitas ini tidak sekadar hiburan, namun juga sarana kebersamaan yang sering dimainkan anak-anak dan pemuda di lingkungan desa. Dengan aturan permainan Kutau yang sederhana dan sejarahnya yang panjang, permainan ini tetap relevan hingga kini.

Apa Itu Kutau?

Permainan Kutau merupakan salah satu tradisi rakyat yang diwariskan turun-temurun di Sumatera Selatan. Menurut buku Permainan Rakyat Daerah Sumatera Selatan yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kutau dimainkan satu lawan satu meski pesertanya banyak sehingga melibatkan interaksi fisik yang seru.

Pengertian Permainan Kutau

Kutau adalah permainan adu tanding sejenis silat, namun dengan pukulan semu, asal kena saja tidak dengan tenaga sepenuhnya seperti tanding silat. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan pemuda usia 13-16 tahun atau bahkan orang dewasa. Permainan ini mengutamakan kecepatan, kelincahan, serta kemampuan membaca strategi lawan.

Asal Usul Nama Kutau

Nama Kutau sendiri merujuk pada dialek bahasa Saling yang berkembang di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Penggunaan nama ini menjadi identitas khas bagi permainan tradisional tersebut. Menurut buku Permainan Rakyat Daerah Sumatera Selatan ada kemiripan antara kutau dengan kuntau di daerah lain. Jika kuntau adalah seni bela diri, kutau hanya sebatas permainan rakyat.

Sejarah Permainan Kutau

Kutau sudah dikenal sejak lama, yaitu sekitar 1917 dan terus bertahan di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Permainan ini tumbuh di tengah masyarakat sebagai bentuk hiburan sekaligus ajang membangun keakraban.

Perkembangan Kutau di Sumatera Selatan

Permainan ini telah mengalami penyesuaian seiring waktu, namun esensi kebersamaan dan sportivitas tetap dijaga. Anak-anak dan pemuda di berbagai desa masih menjadikan kutau sebagai pilihan utama ketika berkumpul, terutama dalam perayaan.

Makna Sosial dan Budaya dalam Kutau

Kutau tidak hanya mempererat hubungan antar pemain, tetapi juga mengajarkan nilai kejujuran dan kerja sama. Permainan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter keberanian anak di lingkungan sosialnya untuk melawan penjajah, berburu dan menghadapi tantangan hidup lainnya.

Aturan dan Cara Bermain Kutau

Aturan permainan Kutau cukup sederhana, namun tetap membutuhkan strategi dan koordinasi. Setiap pemain berusaha mengalahkan lawan dengan mengikuti aturan yang telah disepakati bersama.

Peralatan dan Persiapan Permainan

Kutau umumnya tidak memerlukan alat khusus, alias cukup tangan kosong. Pemain hanya membutuhkan area lapang dan garis batas sebagai penanda arena permainan. Pakaian yang digunakan adalah setelan kelangan (seperti baju silat) dengan peci yang berbeda warna. Dalam acara perayaan, kutau biasanya diiringi musik tradisional seperti gamelan, tetawak, kentongan dan gendang.

Langkah-langkah Bermain Kutau

Permainan dimulai dengan pembagian lawan tanding. Dipimpin oleh wasit, setiap pemain akan memukul lawannya tanpa tenaga sungguhan. Asal mengenai tubuh lawan untuk mendapatkan nilai. Pemberi nilai adalah penonton langsung.

Aturan Kemenangan dan Kekalahan

Kelompok yang berhasil mengenai tubuh lawan dan mengumpulkan nilai terbanyak akan menjadi pemenang, asalkan ia tidak melukai dan mencaci maki lawan. Menang dan kalah ditentukan oleh obrolan-obrolan para penonton. Semakin dipuji kehebatan pemain, menunjukkan ia pemenangnya.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Permainan Kutau

Selain aspek hiburan, permainan kutau juga memuat banyak nilai positif yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini masih relevan untuk diajarkan kepada generasi muda.

Nilai Kebersamaan dan Kerjasama

Melalui kutau, anak-anak belajar untuk bekerja sama, saling percaya, dan menghormati teman. Nilai ini penting dalam membangun karakter yang kuat dan berani dalam menghadapi tantangan.

Pelestarian Permainan Tradisional

Kutau menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Permainan ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya menghargai tradisi warisan leluhur.

Kesimpulan

Kutau adalah permainan tradisional Sumatera Selatan yang memiliki aturan sederhana dan sejarah panjang sebagai bagian dari budaya masyarakat. Permainan ini bukan hanya sarana hiburan, melainkan juga media pembelajaran nilai kebersamaan, sportivitas, dan keberanian menghadapi tantangan. Dengan melestarikan kutau, masyarakat turut menjaga identitas budaya daerah yang kaya makna.

Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman