Mengapa Bahasa Melayu Cepat Berkembang di Nusantara
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Melayu memiliki peran vital dalam sejarah komunikasi di Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka. Perkembangannya yang begitu cepat di wilayah kepulauan ini bukan tanpa alasan, melainkan didukung oleh berbagai faktor strategis yang membuatnya mudah diterima oleh berbagai suku bangsa.
Sebagai lingua franca atau bahasa penghubung, bahasa Melayu telah digunakan sejak abad ke-7 dalam aktivitas perdagangan maritim. Keberadaannya menjadi jembatan komunikasi antara pedagang lokal dengan pedagang dari mancanegara yang singgah di pelabuhan-pelabuhan besar Nusantara.
Faktor yang Mempercepat Penyebaran Bahasa Melayu
Peran Kerajaan Melayu dan Jalur Perdagangan
Menurut artikel Sejarah Perkembangan dan Kedudukan Bahasa Indonesia oleh Nur Syamsi dkk., Kerajaan Sriwijaya dan kemudian Kesultanan Malaka menjadi pusat perdagangan penting yang menghubungkan Nusantara dengan berbagai kawasan di Asia. Pedagang dari Tiongkok, India, Arab, hingga kemudian Eropa singgah di pelabuhan-pelabuhan tersebut untuk melakukan aktivitas perdagangan. Dalam interaksi antarpedagang yang berasal dari latar belakang bahasa berbeda, bahasa Melayu digunakan sebagai lingua franca atau bahasa penghubung sehingga semakin dikenal dan digunakan di berbagai wilayah Nusantara. Peran pelaut, pedagang, dan masyarakat pesisir turut memperluas penyebaran bahasa Melayu hingga menjadi bahasa komunikasi antardaerah.
Struktur Bahasa yang Sederhana dan Mudah Dipelajari
Salah satu alasan bahasa Melayu berkembang dengan cepat adalah karena memiliki struktur bahasa yang relatif sederhana dibandingkan beberapa bahasa daerah lainnya. Bahasa Melayu tidak mengenal tingkatan tutur seperti bahasa Jawa sehingga lebih mudah dipelajari dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Selain itu, bahasa Melayu juga bersifat terbuka terhadap pengaruh bahasa lain sehingga mampu menyerap kosakata dari Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, Tionghoa, maupun bahasa-bahasa lainnya. Kemampuan beradaptasi tersebut membuat bahasa Melayu semakin berkembang sebagai bahasa komunikasi yang efektif di Nusantara.
Penyebaran Islam dan Berkembangnya Tradisi Tulis
Perkembangan agama Islam sejak abad ke-13 turut memperkuat kedudukan bahasa Melayu sebagai bahasa komunikasi di Nusantara. Para ulama dan mubalig menggunakan bahasa Melayu dalam kegiatan dakwah sehingga ajaran Islam lebih mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai daerah. Bahasa Melayu juga digunakan dalam penulisan kitab-kitab keagamaan, karya sastra, hikayat, syair, dan dokumen kerajaan. Tradisi tulis tersebut menjadikan bahasa Melayu berkembang sebagai bahasa ilmu pengetahuan, sastra, administrasi, dan diplomasi di berbagai kerajaan Melayu.
Transformasi Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia
Sumpah Pemuda sebagai Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu mencapai kedudukan baru ketika para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Dalam ikrar tersebut, bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa Indonesia dan dijadikan bahasa persatuan bangsa. Pemilihan bahasa Melayu bukan tanpa alasan, melainkan karena bahasa ini telah lama berfungsi sebagai lingua franca, mudah dipelajari, serta dianggap netral sehingga dapat diterima oleh berbagai suku bangsa di Indonesia. Keputusan tersebut menjadi tonggak penting dalam pembentukan identitas nasional Indonesia.
Standardisasi Bahasa Indonesia
Setelah Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan melalui proses pembakuan ejaan, tata bahasa, dan kosakata. Upaya standardisasi telah dimulai sejak penggunaan Ejaan van Ophuijsen pada masa kolonial, kemudian dilanjutkan dengan Ejaan Soewandi, Ejaan yang Disempurnakan (EYD), hingga penyempurnaan ejaan pada masa berikutnya. Setelah Indonesia merdeka, kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara ditegaskan dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945 sehingga penggunaannya semakin luas dalam pemerintahan, pendidikan, dan kehidupan masyarakat.
Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Meskipun berasal dari bahasa Melayu, bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern. Bahasa ini memperkaya kosakatanya melalui penyerapan istilah dari berbagai bahasa asing maupun bahasa daerah di Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi. Dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional sekaligus bahasa negara, bahasa Indonesia tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga berfungsi sebagai simbol identitas, pemersatu bangsa, serta sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan nasional.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia