Konten dari Pengguna

Mengenal Ambon: Sejarah dan Geografi Kota di Maluku

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pesisir Kota Ambon. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesisir Kota Ambon. Foto: Pixabay.

Ambon dikenal sebagai kota yang menjadi pusat kehidupan di Maluku. Kota ini memiliki sejarah panjang dan kekayaan geografis yang menarik untuk dipelajari. Kota ini juga mencerminkan perkembangan pesat dari segi demografi.

Awal Terbentuknya Kota Ambon

Sejarah Kota Ambon bermula pada tahun 1575, seiring pembangunan Benteng Portugis Kota Laha (Nossa Senhora de Anunciada) di Pantai Honipopu. Menurut laman resmi Pemkot Ambon, pembangunan benteng ini mendorong terbentuknya permukiman masyarakat dari berbagai negeri seperti Ema, Kilang, Soya, Hative, Seilale, Urimessing, dan Batu Merah.

Kelompok-kelompok masyarakat tersebut kemudian berkembang menjadi komunitas Soa, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Ambon sebagai satuan masyarakat geneologis-teritorial yang teratur.

Penetapan Tahun Lahir Kota Ambon (1575)

Tahun 1575 ditetapkan sebagai tahun lahir Kota Ambon karena pada masa inilah aktivitas pembangunan benteng dan pembentukan permukiman permanen mulai berlangsung secara intensif.

Perkembangan ini semakin pesat dengan masuknya penduduk dari wilayah utara, termasuk Ternate, baik pedagang Nusantara maupun orang Portugis pasca kekalahan Portugis oleh Sultan Baabullah. Kondisi tersebut memenuhi syarat tumbuhnya Ambon sebagai sebuah kota (Citade Amboina).

Makna Tanggal 7 September

Tanggal 7 September dipilih sebagai hari jadi Kota Ambon karena merujuk pada peristiwa bersejarah 7 September 1921, ketika masyarakat Ambon memperoleh hak politik yang setara dengan pemerintah kolonial Belanda melalui keterwakilan dalam Gemeenteraad (Dewan Kota). Momentum ini dipandang sebagai keberhasilan perjuangan rakyat Maluku dan simbol awal peran aktif warga Ambon dalam pemerintahan.

Penetapan Resmi Hari Jadi

Penetapan Hari Lahir Kota Ambon tanggal 7 September 1575 dilakukan melalui Seminar Sejarah Kota Ambon yang berlangsung pada 14–17 November 1972, atas prakarsa Wali Kota Ambon Letkol Laut (Purn) Matheos H. Manuputty.

Seminar ini melibatkan akademisi, tokoh adat, dan pemerintah daerah, serta menghasilkan kesepakatan historis mengenai dasar pendirian Kota Ambon. Sejak itu, 7 September 1973 diperingati untuk pertama kalinya sebagai Hari Jadi Kota Ambon.

Geografi Kota Ambon

Menurut dokumen Kota Ambon dalam Angka 2025 oleh BPS Kota Ambon, secara geografis, Kota Ambon berada pada koordinat sekitar 3°34′4,80"–3°47′38,4" Lintang Selatan dan 128°1′33,6"–128°18′7,20" Bujur Timur. Wilayah Kota Ambon secara keseluruhan berbatasan langsung dengan Kabupaten Maluku Tengah.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1979, luas wilayah Kota Ambon mencapai 377 km². Sementara itu, hasil Survei Tata Guna Tanah tahun 1980 mencatat luas daratan Kota Ambon sebesar 359,45 km².

Menurut Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 24 Tahun 2012, wilayah administratif Kota Ambon terbagi ke dalam lima kecamatan, yaitu Kecamatan Nusaniwe (88,35 km²), Kecamatan Sirimau (86,81 km²), Kecamatan Teluk Ambon (93,68 km²), Kecamatan Teluk Ambon Baguala (40,11 km²), dan Kecamatan Leitimur Selatan (50,50 km²).

Kondisi Iklim Kota Ambon

Kota Ambon memiliki karakteristik iklim laut tropis yang dipengaruhi oleh kondisi kepulauan yang dikelilingi oleh laut. Pola iklim ini berlangsung bersamaan dengan iklim musim, yang ditandai oleh dua musim utama, yaitu musim Barat atau Utara serta musim Timur atau Tenggara.

Kondisi Demografi

Jumlah penduduk Kota Ambon pada tahun 2024 tercatat sebanyak 357.289 jiwa, rasio jenis kelamin Kota Ambon pada tahun 2024 mencapai angka 98, yang menunjukkan bahwa dalam setiap 100 penduduk perempuan terdapat sekitar 98 penduduk laki-laki.

Tantangan dan Potensi Pengembangan Wilayah

Tantangan utama kota ini adalah pemerataan pembangunan dan pengelolaan lingkungan. Namun, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif masih sangat terbuka untuk dikembangkan ke depan.

Kesimpulan

Ambon menempati posisi penting sebagai pusat sejarah dan geografi di Maluku. Dengan keunikan budaya, kekayaan alam, serta perkembangan kota yang pesat, Ambon tetap menjadi magnet pertumbuhan di kawasan timur Indonesia.

Peluang pengembangan Ambon ke depan cukup besar, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata. Kota ini terus berbenah untuk menjawab tantangan zaman dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Maluku.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.