Mengenal Kota Bontang: Sejarah dan Geografi Lengkap
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kota Bontang dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Kalimantan Timur. Kota ini memiliki sejarah yang menarik dan wilayah geografis yang cukup unik dibandingkan dengan kota-kota lain di sekitarnya. Artikel ini membahas sejarah Bontang serta gambaran geografinya secara ringkas dan menyeluruh.
Sejarah Kota Bontang
Asal-usul Kota Bontang berawal dari legenda Aji Pao, seorang kerabat Sultan Kutai, yang mencari wilayah pemukiman baru bersama para pengikutnya. Menurut laman resmi Sekretariat Daerah Kota Bontang, dalam perjalanannya, Aji Pao menemukan kawasan Sungai Api-api dan menetap setelah memperoleh izin dari penjaga gaib setempat. Wilayah ini kemudian dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, perburuan, dan pengambilan hasil hutan.
Seiring berkembangnya permukiman, aktivitas ekonomi tumbuh melalui pembentukan pasar yang menarik pendatang dari berbagai daerah seperti Sulawesi, Jawa, dan Banjar. Perpaduan antarsuku melahirkan masyarakat yang majemuk serta bahasa Melayu Bontang sebagai identitas budaya lokal. Nama “Bontang” sendiri dimaknai sebagai gabungan antara perkumpulan dan pendatang.
Perkembangan Kota
Dalam perkembangannya, Bontang ditetapkan sebagai kampung pada tahun 1952, kemudian berstatus kecamatan di bawah pemerintahan Kutai. Sejak tahun 1970-an, Bontang berkembang pesat sebagai kawasan industri besar, terutama dengan hadirnya industri LNG dan pupuk. Puncaknya, Bontang resmi menjadi Kota Administratif pada tahun 1990 dan ditingkatkan menjadi Kota Otonom melalui Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999.
Peran Industri dan Perekonomian
Dalam bidang ekonomi, Kota Bontang dikenal sebagai kota industri dan jasa yang menjadi sumber utama pendapatan daerah. Menurut laman resmi PPID Kota Bontang, perekonomian kota ini ditopang oleh keberadaan tiga perusahaan besar, yakni PT Pupuk Kaltim, PT Badak LNG, dan PT Indominco Mandiri, yang berperan sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi. Kehadiran industri berskala besar tersebut turut mendorong berkembangnya sektor perdagangan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai barang dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi Geografis dan Administratif Kota Bontang
Kota Bontang memiliki posisi geografis yang strategis karena berada di jalur Trans-Kalimantan dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar, sehingga mendukung interaksi dan konektivitas dengan wilayah lain. Berdasarkan dokumen Kota Bontang dalam Angka 2025 oleh BPS Kota Bontang, secara astronomis, Bontang terletak pada 117°23’–117°38’ Bujur Timur dan 0°01’–0°12’ Lintang Utara, dengan batas wilayah Kabupaten Kutai Timur di utara dan barat, Selat Makassar di timur, serta Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan.
Secara administratif, Bontang awalnya merupakan kota administratif dalam wilayah Kabupaten Kutai, kemudian ditetapkan sebagai daerah otonom melalui Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 dengan luas sekitar 161,88 km². Sejak tahun 2002, Kota Bontang terbagi ke dalam tiga kecamatan, yaitu Bontang Selatan sebagai wilayah terluas, diikuti Bontang Utara dan Bontang Barat.
Kesimpulan
Bontang adalah kota yang tumbuh berkat kombinasi sejarah panjang dan dukungan geografis yang strategis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perkembangan Bontang sangat dipengaruhi oleh peran sektor industri serta letak geografisnya yang menguntungkan. Keunikan sejarah serta kondisi wilayah menjadikan Bontang sebagai kota yang terus berkembang di Kalimantan Timur.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.