Mengenal Kotamobagu: Sejarah dan Geografi Kota di Sulawesi Utara
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kotamobagu merupakan salah satu kota yang terletak di jantung Provinsi Sulawesi Utara. Kota ini dikenal dengan sejarah dan kondisi geografis yang khas di wilayah Bolaang Mongondow. Untuk memahami karakter Kotamobagu, menarik untuk menelusuri perjalanan sejarah dan letak geografisnya.
Sejarah Kotamobagu
Menurut laman resmi LOCALISE SDGs Indonesia, sejarah Kotamobagu berkaitan erat dengan Kerajaan Bolaang Mongondow (Bolmong), mengingat wilayah ini pernah menjadi bagian dari kekuasaan kerajaan tersebut yang dipimpin oleh Raja Manopo.
Perkembangan Administratif dan Pemerintahan
Pada mulanya, Kotamobagu berstatus sebagai ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow dengan cakupan 16 kelurahan. Namun, sejak ditetapkan sebagai daerah otonom pada 2 Januari 2007 melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2007, wilayah administratif Kotamobagu terbagi ke dalam empat kecamatan, yaitu Kotamobagu Barat, Kotamobagu Timur, Kotamobagu Utara, dan Kotamobagu Selatan, dengan total 34 desa dan kelurahan.
Geografi Kotamobagu
Menurut Kota Kotamobagu Dalam Angka 2025 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kota Kotamobagu, wilayah Kota Kotamobagu berada di kawasan Bolaang Mongondow dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Selain posisi geografis, kondisi alam dan iklim di kota ini juga membentuk pola kehidupan masyarakat.
Lokasi dan Luas Wilayah
Kotamobagu berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten, sehingga kerap menjadi simpul aktivitas ekonomi dan sosial. Luas wilayahnya sekitar 108,89 kilometer persegi, menampung beragam pemukiman dan aktivitas masyarakat.
Kondisi Topografi
Wilayah Kota Kotamobagu memiliki variasi kondisi topografi yang mencakup wilayah dataran serta daerah lereng dan puncak.
Kesimpulan
Kotamobagu memiliki peran penting di Sulawesi Utara, baik dari sisi sejarah maupun geografi. Perjalanan kotanya mencerminkan proses pembentukan wilayah yang dinamis dan berkembang. Sementara itu, letak geografis dan karakter alamnya memberikan keunikan tersendiri yang menarik untuk dikenali lebih jauh.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.