Perjanjian Tordesillas: Pembagian Dunia Baru
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Abad ke-15 menjadi era emas eksplorasi maritim yang membawa Spanyol dan Portugal bersaing memperebutkan jalur perdagangan baru. Ketegangan antara kedua kerajaan ini semakin memuncak setelah Christopher Columbus tiba di Amerika pada 1492, memicu kekhawatiran konflik terbuka. Untuk menghindari peperangan, kedua negara sepakat membagi wilayah baru yang ditemukan melalui perundingan diplomatik. Langkah ini menjadi salah satu bentuk diplomasi internasional pertama yang mengubah tatanan dunia selama berabad-abad.
Latar Belakang dan Isi Perjanjian Tordesillas
Menurut artikel Treaty of Tordesillas Spain-Portugal [1494] oleh Britannica, setelah pelayaran Christopher Columbus pada 1492, muncul persaingan antara Spanyol dan Portugal dalam mengklaim wilayah-wilayah baru. Untuk meredakan sengketa tersebut, Paus Alexander VI mengeluarkan bulla Inter caetera pada 1493 yang menetapkan garis demarkasi sebagai batas wilayah penjelajahan kedua kerajaan. Namun Portugal menilai keputusan itu terlalu menguntungkan Spanyol sehingga kedua pihak sepakat melakukan perundingan ulang.
Pada 7 Juni 1494, wakil Kerajaan Portugal dan Kastilia bertemu di Tordesillas, Spanyol, untuk menyepakati batas baru wilayah penjelajahan. Negosiasi dilakukan oleh utusan Raja João II dari Portugal serta Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Kastilia guna menghindari konflik dalam ekspansi maritim.
Garis Demarkasi dan Pembagian Wilayah
Perjanjian menetapkan garis demarkasi imajiner sekitar 370 league di sebelah barat Kepulauan Cape Verde. Seluruh wilayah di sebelah timur garis tersebut menjadi hak Portugal, sedangkan wilayah di sebelah barat menjadi hak Kastilia (Spanyol).
Setelah disetujui oleh kedua kerajaan, Perjanjian Tordesillas diratifikasi oleh Spanyol dan Portugal, kemudian memperoleh pengesahan dari Paus Julius II pada tahun 1506 sehingga memiliki legitimasi dalam lingkungan Gereja Katolik.
Dampak dan Warisan Perjanjian Tordesillas
Konsekuensi Geografis dan Kolonisasi
Salah satu dampak paling nyata dari Perjanjian Tordesillas adalah masuknya wilayah Brasil ke dalam kawasan pengaruh Portugal. Kondisi ini menjadikan Brasil berkembang sebagai negara berbahasa Portugis terbesar di Amerika Latin hingga saat ini.
Meskipun berhasil meredakan persaingan di Samudra Atlantik, perjanjian ini belum mengatur secara jelas pembagian wilayah di belahan bumi timur. Akibatnya, sengketa baru muncul hingga akhirnya diselesaikan melalui Perjanjian Zaragoza pada tahun 1529.
Pengaruh terhadap Peta Dunia Modern
Negara-negara Eropa lain, seperti Inggris, Prancis, dan Belanda, tidak mengakui pembagian wilayah yang disepakati Spanyol dan Portugal. Penolakan tersebut mendorong mereka melakukan ekspedisi dan membangun wilayah koloninya sendiri di berbagai belahan dunia.
Meskipun pengaruh politik Spanyol dan Portugal kemudian berkurang, dampak Perjanjian Tordesillas masih terlihat dalam persebaran bahasa dan budaya di Amerika Latin, terutama melalui dominasi bahasa Spanyol dan Portugis di berbagai negara.
Perjanjian Tordesillas sering dipandang sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah diplomasi internasional karena menunjukkan upaya penyelesaian sengketa wilayah melalui perundingan, meskipun penerapannya kemudian memunculkan berbagai persoalan baru.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia