Pernikahan Tionghoa: Urutan Tradisi dan Barang Singjit
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernikahan Tionghoa merupakan salah satu tradisi yang sarat makna dan simbolisme. Setiap tahapan dan barang yang digunakan bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan memiliki arti khusus yang diwariskan turun-temurun. Melalui prosesi ini, keluarga besar berharap dapat memberikan restu dan doa terbaik bagi pasangan yang menikah.
Apa Itu Jamuan Pernikahan Tionghoa?
Menurut skripsi Analisis Upacara Pernikahan Etnis Tionghoa (Studi Kasus di Jakarta Barat) oleh Silcia Brenda, upacara pernikahan Tionghoa terdiri dari rangkaian tradisi seperti lamaran, sangjit, tea pai, hingga resepsi yang memiliki makna budaya dan sosial. Tradisi ini bertujuan mempererat hubungan keluarga dan menyatukan kedua mempelai secara resmi di hadapan kerabat. Selain itu, setiap tahapan ritual memiliki makna spiritual dan sosial yang dijaga hingga kini.
Makna dan Tujuan Jamuan Pernikahan
Upacara pernikahan mengandung nilai simbolik dan makna luhur yang menjadi pedoman kehidupan bagi pasangan. Momen ini dianggap sebagai awal kehidupan baru bagi pasangan, sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar.
Tradisi yang Masih Dilestarikan
Beberapa tradisi seperti pemberian barang singjit dan upacara tea pai masih dijalankan hingga saat ini. Tradisi tersebut dipercaya membawa keberuntungan dan harapan baik bagi pengantin.
Urutan Upacara Pernikahan Adat Tionghoa
Setiap pernikahan Tionghoa memiliki urutan yang jelas. Tahapan ini berlangsung mulai dari lamaran hingga jamuan keluarga.
Prosesi Lamaran (Qiu Hun)
Lamaran merupakan tahap awal dalam pernikahan Tionghoa yang dilakukan dengan kunjungan keluarga pihak laki-laki ke pihak perempuan.
Sangjit
Sangjit adalah prosesi seserahan dalam pernikahan Tionghoa yang menandai keseriusan menuju pernikahan. Keluarga mempelai pria membawa antaran simbolik kepada keluarga perempuan sebagai lambang penyatuan dan ikatan kedua keluarga. Setiap barang memiliki makna seperti harapan kesejahteraan, keberuntungan, dan keharmonisan rumah tangga.
Barang Sangjit
Barang Sangjit meliputi berbagai perlengkapan seperti perhiasan, buah, uang lamaran dalam angpao merah, serta perlengkapan simbolik lainnya yang melambangkan ikatan kasih dan hubungan keluarga kedua mempelai.
Upacara Tea Pai
Tea Pai adalah prosesi pernikahan Tionghoa di mana mempelai menyuguhkan teh kepada orang tua dan keluarga sebagai simbol penghormatan dan bakti. Melalui ritual ini, pengantin menerima doa restu serta angpao atau perhiasan sebagai bekal kehidupan rumah tangga, yang mencerminkan nilai kekeluargaan dan harapan akan pernikahan yang harmonis.
Resepsi dan Jamuan Keluarga
Setelah serangkaian prosesi, acara dilanjutkan dengan jamuan makan bersama keluarga besar dan kerabat. Momen ini menjadi ajang merayakan kebahagiaan bersama.
Penutup
Pernikahan Tionghoa memiliki urutan tradisi yang terstruktur dan sarat simbolisme. Memahami setiap tahapan dan makna barang singjit dapat memperkaya pengalaman serta menjaga pelestarian adat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pelestarian tradisi ini memberikan warna tersendiri dalam pernikahan Tionghoa modern.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara