Konten dari Pengguna

Prasasti Kerajaan Sriwijaya: Bukti Kejayaan Maritim Nusantara

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Sriwijaya. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Sriwijaya. Foto: Pixabay.

Kerajaan Sriwijaya tercatat sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Bukti kejayaannya tidak hanya tercatat dalam catatan bangsa asing, melainkan juga terukir dalam prasasti-prasasti berbahasa Melayu Kuno yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera. Prasasti-prasasti ini menjadi saksi bisu bagaimana Sriwijaya membangun kekuasaan yang luas, mengendalikan jalur perdagangan maritim, dan mengembangkan peradaban yang maju. Melalui prasasti, kita bisa memahami sistem pemerintahan, kehidupan beragama, hingga strategi politik yang digunakan kerajaan ini untuk mempertahankan dominasinya di Nusantara.

Prasasti-Prasasti Utama Kerajaan Sriwijaya

Menurut artikel Kerajaan Sriwijaya dan Keanekaragaman Agama yang ada Pada Masanya oleh Kurnia Safna, Kerajaan Sriwijaya meninggalkan sejumlah prasasti yang menjadi sumber utama untuk mengetahui sejarah, pemerintahan, dan kehidupan masyarakatnya. Prasasti-prasasti tersebut umumnya ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno, serta memuat informasi mengenai ekspansi wilayah, ajaran agama Buddha, hingga sistem pemerintahan kerajaan.

Beberapa prasasti penting peninggalan Sriwijaya antara lain:

- Prasasti Kedukan Bukit (683 M), yang menceritakan perjalanan Dapunta Hyang Sri Jayanasa dalam memimpin ekspedisi serta keberhasilan mendirikan pusat kekuasaan Sriwijaya.

- Prasasti Talang Tuo (684 M), yang berkaitan dengan pembangunan Taman Sriksetra serta memuat ajaran Buddha Mahayana, nilai kebajikan, dan kesejahteraan bagi seluruh makhluk hidup.

- Prasasti Kota Kapur (686 M), yang ditemukan di Pulau Bangka dan menjelaskan upaya Sriwijaya memperluas kekuasaan serta penegasan terhadap wilayah yang tidak tunduk kepada kerajaan.

- Prasasti Telaga Batu, yang berisi sumpah setia dan kutukan bagi siapa pun yang melawan kekuasaan raja. Prasasti ini menjadi salah satu prasasti persumpahan dengan isi paling lengkap di antara peninggalan Sriwijaya.

- Prasasti Karang Berahi, yang memuat ancaman atau sapatha terhadap pihak-pihak yang tidak taat kepada Sriwijaya sebagai bentuk penguatan kekuasaan kerajaan.

Informasi Sejarah yang Terkandung dalam Prasasti

Isi prasasti-prasasti Sriwijaya memberikan gambaran mengenai berbagai aspek kehidupan kerajaan. Dari prasasti tersebut diketahui bahwa Sriwijaya memiliki sistem pemerintahan yang terorganisasi, menerapkan sumpah kesetiaan bagi para pejabat dan daerah taklukan, serta aktif melakukan ekspansi wilayah untuk memperkuat kedudukannya.

Prasasti-prasasti tersebut juga menunjukkan kuatnya pengaruh agama Buddha Mahayana dalam kehidupan kerajaan, terutama melalui pembangunan Taman Sriksetra dan berbagai ajaran kebajikan yang tercantum dalam Prasasti Talang Tuo. Selain itu, penggunaan bahasa Melayu Kuno dan aksara Pallawa memperlihatkan berkembangnya tradisi tulis sekaligus adanya hubungan budaya yang erat dengan India.

Makna Prasasti bagi Kehidupan Kerajaan Sriwijaya

Selain berfungsi sebagai dokumen resmi kerajaan, prasasti juga menjadi sarana untuk memperkuat legitimasi kekuasaan raja. Melalui prasasti persumpahan seperti Telaga Batu dan Karang Berahi, Sriwijaya menegaskan kewajiban kesetiaan para pejabat serta memberikan ancaman bagi siapa pun yang melakukan pemberontakan atau melawan pemerintah.

Di sisi lain, berbagai prasasti juga mencerminkan kehidupan keagamaan yang berkembang di Sriwijaya. Meskipun dikenal sebagai kerajaan Buddha, bukti arkeologis menunjukkan bahwa masyarakat Hindu dan komunitas agama lain turut hidup berdampingan. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya sikap toleransi yang berkembang di lingkungan kerajaan.

Pentingnya Prasasti bagi Sejarah Sriwijaya

Prasasti-prasasti Sriwijaya menjadi sumber sejarah primer yang sangat penting dalam merekonstruksi perkembangan kerajaan. Melalui isi prasasti, para sejarawan dapat mengetahui tokoh-tokoh penting, wilayah kekuasaan, sistem pemerintahan, kehidupan keagamaan, hingga perkembangan perdagangan maritim Sriwijaya.

Keberadaan prasasti juga melengkapi informasi dari berita asing, seperti catatan pendeta Tiongkok I-Tsing, sehingga sejarah Sriwijaya dapat dipahami secara lebih utuh. Tanpa prasasti-prasasti tersebut, banyak informasi mengenai kejayaan kerajaan maritim terbesar di Nusantara ini akan sulit diketahui secara pasti.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia