Ragam Kesenian dan Tradisi Surabaya: Menyelami Budaya Kota Pahlawan
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surabaya dikenal sebagai kota yang kaya akan warisan budaya. Beragam kesenian dan tradisi tumbuh subur dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kota ini tidak hanya menjadi saksi sejarah perjuangan, namun juga pusat perkembangan seni dan tradisi yang masih hidup hingga kini.
Kesenian Tradisional Surabaya
Kesenian Surabaya memiliki ciri khas yang membedakannya dari daerah lain di Indonesia. Berbagai seni tradisional berkembang pesat dan menjadi identitas budaya warga setempat. Menurut buku Aspirasi Generasi Muda terhadap Eksistensi Budaya Daerah di Kota Surabaya oleh Ambar Adrianto dkk., ludruk dan tari remo dikenal sebagai kesenian tradisional yang menjadi ikon budaya daerah Surabaya.
Ludruk, Teater Rakyat Ikonik Surabaya
Apa itu Ludruk?
Ludruk merupakan drama tradisional yang dipentaskan oleh kelompok seni di atas panggung dengan menampilkan cerita kehidupan sehari-hari masyarakat, kisah perjuangan, atau kepahlawanan yang diselingi unsur humor. Pertunjukan ludruk diiringi musik gamelan, menggunakan dialog berbahasa lugas dengan dialek khas Surabaya sehingga mudah dipahami dan menghibur penonton. Pementasan biasanya diawali tarian Remo dan disertai kidungan oleh salah satu tokoh.
Sejarah Ludruk
Ludruk telah lama dikenal sebagai kesenian rakyat asli Jawa Timur. Kesenian tradisional yang berasal dari Jombang ini kemudian berkembang menjadi ikon budaya khas Surabaya, terutama melalui tarian Remo yang menjadi ciri utamanya. Keberadaan ludruk dapat ditelusuri sejak masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942, dan kesenian ini mencapai puncak popularitasnya di Surabaya pada masa revolusi. Salah satu unsur yang melekat kuat dalam pertunjukan ludruk adalah gending Jula-Juli Suroboyo.
Tari Remo
Tari Remo umumnya ditampilkan sebagai pembuka pertunjukan ludruk, meskipun juga dapat dipentaskan secara mandiri. Tarian ini mulai dikenal sekitar tahun 1890 seiring berdirinya perkumpulan teater ludruk. Tari Remo merupakan tarian tunggal yang dibawakan penari laki-laki berkostum perempuan, dengan ciri khas gerakan lemparan selendang mengikuti iringan gending, yang melambangkan karakter masyarakat Jawa Timur yang spontan dan terbuka.
Tradisi dan Upacara Adat di Surabaya
Tradisi Surabaya tidak hanya terlihat pada kesenian, tetapi juga dalam berbagai upacara adat yang masih dijalankan. Ragam tradisi ini menjadi penanda kuatnya ikatan sosial di tengah masyarakat. Salah satu tradisi yang tetap dipertahankan adalah ruwatan.
Ruwatan dan Tradisi Unik Lainnya
Ruwatan merupakan upacara adat yang bertujuan untuk menolak bala atau kesialan. Upacara ini dilakukan secara sederhana di lingkungan keluarga maupun komunitas. Selain ruwatan, terdapat pula berbagai tradisi lain yang masih digelar secara rutin sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada leluhur.
Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Tradisi
Keterlibatan generasi muda Surabaya menjadi kunci dalam menjaga kelangsungan budaya daerah. Mereka aktif dalam kelompok seni, komunitas budaya, serta turut mempopulerkan kesenian dan tradisi melalui media sosial. Langkah ini memperkuat eksistensi budaya di tengah arus modernisasi.
Tantangan dan Harapan untuk Budaya Surabaya
Pelestarian budaya Surabaya menghadapi tantangan besar di era globalisasi. Modernisasi dan perubahan gaya hidup membuat sebagian tradisi mulai ditinggalkan. Namun, harapan tetap ada melalui berbagai upaya bersama yang terus dijalankan.
Tantangan Eksistensi Kesenian dan Tradisi
Globalisasi membawa pengaruh besar terhadap cara masyarakat memandang budaya lokal. Banyak tradisi mulai tergeser oleh budaya modern, sehingga eksistensi kesenian Surabaya harus terus diperjuangkan agar tidak punah.
Upaya dan Harapan Pelestarian Budaya
Berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pemerintah daerah, gencar melakukan berbagai program pelestarian budaya. Penguatan pendidikan budaya, festival seni, dan pelibatan generasi muda menjadi siasat utama untuk menjaga warisan budaya tetap hidup dan relevan.
Kesimpulan
Ragam kesenian dan tradisi Surabaya memperkaya identitas Kota Pahlawan. Upaya pelestarian melalui generasi muda dan dukungan masyarakat menjadi harapan utama agar budaya ini tetap lestari. Tantangan globalisasi memang nyata, namun dengan kolaborasi, budaya Surabaya akan terus berkembang dan dikenal luas.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.