Konten dari Pengguna

Raja Kerajaan Mataram Kuno dari Sanjaya hingga Balitung

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Raja Kerajaan Mataram Kuno. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Raja Kerajaan Mataram Kuno. Foto: Pixabay.

Kerajaan Mataram Kuno menjadi salah satu kekuatan besar di Jawa Tengah pada abad ke-8 hingga ke-10 Masehi. Kerajaan yang menganut Hindu-Buddha ini meninggalkan jejak sejarah melalui berbagai prasasti dan bangunan candi megah yang masih berdiri hingga kini.

Silsilah para raja Kerajaan Mataram Kuno dapat direkonstruksi berdasarkan Prasasti Wanua Tengah III yang ditemukan pada masa pemerintahan Raja Balitung. Prasasti tersebut mencatat kronologi dan genealogi para penguasa secara lengkap, sehingga memberikan gambaran jelas tentang suksesi kekuasaan dari masa ke masa.

Dinasti Sanjaya dan Para Penguasa Awal

Raja Sanjaya sebagai Pendiri Dinasti

Menurut artikel Raja-raja Mataram Kuna dari Sanjaya Sampai Balitung: Sebuah Rekonstruksi Berdasarkan Prasasti Wanua Tengah III oleh Kusen, Sanjaya merupakan raja yang memerintah sebelum Rakai Panangkaran. Ia diketahui mengeluarkan Prasasti Canggal bertahun 732 M dan diperkirakan memerintah sekitar tahun 717 M hingga sebelum 746 M.

Rakai Panangkaran

Rakai Panangkaran naik takhta pada 27 November 746 M dan diperkirakan memerintah selama sekitar 38 tahun. Pada masa pemerintahannya diterbitkan Prasasti Kalasan (778 M), Kelurak (782 M), dan Abhayagiriwihara (792 M).

Rakai Panaraban dan Rakai Warak

Setelah Rakai Panangkaran, pemerintahan dilanjutkan oleh Rakai Panaraban yang diperkirakan memerintah hingga tahun 803 M. Selanjutnya, Rakai Warak memerintah sekitar tahun 803–827 M.

Rakai Garung dan Rakai Pikatan

Rakai Garung memerintah sekitar tahun 828–847 M sebelum digantikan oleh Rakai Pikatan Dyah Saladu yang naik takhta pada 22 Februari 847 M.

Rakai Kayuwangi

Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala naik takhta pada 27 Mei 855 M dan dalam Prasasti Wanua Tengah III tercatat tidak mengubah status sawah di Wanua Tengah.

Raja Balitung

Balitung naik takhta pada 23 Mei 898 M. Pada masa pemerintahannya diterbitkan Prasasti Wanua Tengah III yang menjadi sumber penting dalam merekonstruksi urutan raja-raja Mataram Kuna dari Sanjaya hingga Balitung.

Prasasti Wanua Tengah III

Prasasti Wanua Tengah III merupakan sumber penting bagi rekonstruksi sejarah Mataram Kuna karena memuat daftar raja-raja beserta kronologi kenaikan takhta yang kemudian dibandingkan dengan berbagai prasasti lain untuk menguji keabsahan informasinya.

Warisan Dinasti Sanjaya

Rekonstruksi sejarah Dinasti Sanjaya banyak bertumpu pada berbagai prasasti, terutama Prasasti Wanua Tengah III yang memberikan informasi mengenai urutan dan hubungan antarraja Mataram Kuna.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia