Ramayana: Kisah, Makna, dan 7 Kanda dalam Kitab Ramayana
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ramayana dikenal sebagai salah satu kisah epik paling berpengaruh di Asia. Cerita ini telah diwariskan selama berabad-abad dan tetap relevan hingga kini. Banyak orang tertarik memahami apa inti kisah Ramayana, siapa saja tokohnya, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Apa itu Ramayana?
Ramayana merupakan cerita epik yang berasal dari India dan terkenal di berbagai negara Asia. Menurut artikel Nilai Pendidikan Ceritera Kutukan dalam Bala Kanda pada Kitab Ramayana oleh Sujaelanto, Ramayana merupakan karya sastra Hindu karangan Rsi Walmiki yang menceritakan kehidupan Rama sebagai tokoh penegak dharma. Kisah ini mengisahkan kehidupan Rama dan memuat berbagai nilai etika, kepemimpinan, serta ajaran keagamaan.
Ramayana di Indonesia
Kisah Ramayana telah lama dikenal oleh masyarakat Jawa dan Bali serta dipentaskan melalui berbagai media seperti wayang, sendratari, kakawin, dan relief pada Candi Siwa di Prambanan serta Candi Penataran. Cerita perjalanan Rama tidak hanya menarik, tetapi juga sarat nilai etika, kepemimpinan, ritual, teologi, dan kesehatan. Nilai-nilai tersebut disampaikan oleh Walmiki baik secara tersurat maupun tersirat, termasuk melalui cerita selipan dan pesan moral yang kadang hadir dalam bentuk kisah kutukan.
7 Kanda dalam Kitab Ramayana
Kitab Ramayana terbagi ke dalam tujuh kanda (bagian), yaitu Balakanda, Ayodhyakanda, Aranyakanda, Kiskindhakanda, Sundarakanda, Yudhakanda, dan Uttarakanda. Setiap kanda memuat alur cerita dan peristiwa yang berbeda-beda.
Cerita Ramayana
Menurut artikel Nilai-Nilai Susila dalam Wiracarita Ramayana oleh Ramayana yang disusun oleh I Dewa Gede Darma Permana, Walmiki merupakan karya sastra pertama yang ditulis dalam bentuk syair berbahasa Sanskerta. Oleh sebab itu, Ramayana dikenal pula sebagai Adikavya, yakni karya puisi (kāvya) yang pertama. Karya Walmiki tersebut selanjutnya dikenal sebagai Mahākāvyam, karena di dalamnya tergambar secara utuh keagungan, keberanian, dan kepahlawanan Rama sebagai seorang suami sekaligus raja.
Nilai-Nilai Kisah Ramayana
Dari kisah Ramayana dapat ditemukan berbagai nilai moral yang dapat dijadikan pedoman hidup, seperti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter, keyakinan bahwa perbuatan buruk membawa penderitaan, setiap dosa ditanggung oleh pelakunya sendiri, kesempatan untuk bertobat melalui jalan spiritual selalu terbuka, serta dorongan untuk membangun pikiran dan ucapan yang positif.
Kesimpulan
Cerita Ramayana tidak hanya menghadirkan petualangan, namun juga mengajarkan kebijaksanaan dan nilai-nilai luhur. Hingga kini, pesan moral Ramayana masih dianggap relevan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara