Rebana: Jejak Alat Musik Islami di Nusantara
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rebana merupakan alat musik perkusi berbentuk gendang bingkai yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Kehadiran alat musik ini tidak bisa dipisahkan dari sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Nusantara. Banyak yang belum mengetahui bahwa rebana sebenarnya bukan berasal dari Indonesia. Instrumen ini dibawa oleh para pedagang dan penyebar agama Islam dari Timur Tengah, kemudian mengalami adaptasi unik dengan budaya lokal di berbagai daerah.
Asal-Usul Rebana dan Perjalanannya ke Nusantara
Asal-Usul Rebana di Timur Tengah
Rebana merupakan alat musik perkusi yang berasal dari tradisi masyarakat Arab di Timur Tengah. Instrumen ini diperkirakan mulai dikenal di Nusantara sejak abad ke-13 seiring berkembangnya penyebaran Islam. Para ulama dan pendakwah memanfaatkan rebana sebagai media dakwah melalui pembacaan shalawat, qasidah, dan berbagai kegiatan keagamaan sehingga alat musik ini mudah diterima oleh masyarakat.
Masuknya Rebana ke Nusantara
Masuknya rebana ke Nusantara tidak hanya memperkenalkan sebuah alat musik, tetapi juga membawa nilai-nilai spiritual yang kemudian berpadu dengan budaya lokal. Seiring waktu, berbagai daerah mengembangkan bentuk dan gaya permainan rebana sesuai dengan tradisi masing-masing sehingga lahirlah beragam jenis kesenian rebana di Indonesia.
Akulturasi Rebana dengan Budaya Lokal
Salah satu bentuk perkembangan tersebut dapat ditemukan pada masyarakat Sasak di Lombok melalui kesenian Rebana Gending. Menurut buku Musik Tradisional Sasak Rebana Gending oleh I Gede Yudarta dan Tri Haryanto, Rebana Gending merupakan hasil akulturasi antara nilai-nilai budaya Sasak dan ajaran Islam, sehingga menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat.
Perkembangan Rebana dalam Tradisi Musik Nusantara
Rebana sebagai Media Dakwah Islam
Pada awal perkembangannya, rebana banyak digunakan sebagai media dakwah Islam untuk mengiringi pembacaan shalawat, qasidah, dzikir, dan berbagai kegiatan keagamaan. Fungsi tersebut menjadikan rebana sebagai sarana yang efektif dalam menyampaikan ajaran Islam melalui pendekatan seni dan budaya.
Peran Rebana dalam Tradisi dan Upacara Adat
Selain digunakan dalam kegiatan keagamaan, rebana juga berkembang sebagai bagian dari tradisi masyarakat di berbagai daerah. Alat musik ini kerap mengiringi prosesi pernikahan, khitanan, peringatan Maulid Nabi, hingga berbagai upacara adat dan pertunjukan seni.
Ragam Jenis Rebana di Indonesia
Perkembangan rebana di Indonesia melahirkan beragam variasi daerah, seperti rebana Melayu di Riau, hadrah di berbagai wilayah Jawa, terbang di Jawa Tengah, genjring di Jawa Barat, serta Rebana Gending yang menjadi ciri khas masyarakat Sasak di Lombok. Masing-masing memiliki karakteristik musikal dan fungsi sosial yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan akar tradisi Islam.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia