Konten dari Pengguna

Sartono Kartodirdjo, Bapak Sejarah Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bapak Sejarah Indonesia. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bapak Sejarah Indonesia. Foto: Unsplash.

Sartono Kartodirdjo dikenal sebagai bapak sejarah Indonesia berkat kontribusinya yang besar dalam memperbarui cara pandang terhadap sejarah nasional. Ia membawa pendekatan baru dalam penulisan sejarah yang lebih dekat dengan masyarakat dan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar mengisahkan peristiwa politik. Sosoknya punya peran penting dalam membentuk pemahaman sejarah di Indonesia hingga saat ini.

Biografi Singkat Sartono Kartodirdjo

Menurut penelitian Nurhayati dalam Kontribusi Sartono Kartodirdjo dalam Historiografi Indonesia Modern, Sartono Kartodirdjo lahir pada 15 Februari 1921 di Wonogiri, Jawa Tengah. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga Jawa dan sejak muda menunjukkan minat besar terhadap pendidikan. Ketekunannya dalam belajar mengantarkannya menjadi salah satu sejarawan Indonesia yang paling berpengaruh pada abad ke-20.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Sartono menempuh pendidikan di HIS, MULO, dan HIK sebelum berkarier sebagai guru. Setelah kemerdekaan Indonesia, ia melanjutkan studi di Jurusan Sejarah Universitas Indonesia, kemudian menjadi dosen di Universitas Gadjah Mada. Ia juga melanjutkan studi di Yale University dan memperoleh gelar doktor setelah menyelesaikan disertasi tentang Pemberontakan Petani Banten.

Tokoh Sentral dalam Sejarah Indonesia

Sartono Kartodirdjo merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan ilmu sejarah Indonesia. Gagasan dan metode yang dikembangkannya menjadi rujukan bagi banyak sejarawan dan peneliti sejarah di Indonesia.

Kontribusi Sartono Kartodirdjo dalam Sejarah Indonesia

Sartono Kartodirdjo berjasa besar dalam memperbarui penulisan sejarah Indonesia. Ia melihat sejarah tidak hanya dari sudut pandang penguasa, melainkan juga dari sisi masyarakat luas.

Pembaruan Historiografi Indonesia

Sartono memperkenalkan pendekatan sejarah sosial yang menempatkan rakyat, kelompok sosial, dan gerakan masyarakat sebagai bagian penting dalam kajian sejarah. Pendekatan ini berbeda dari historiografi tradisional yang lebih berfokus pada raja, elite, atau peristiwa politik semata.

Karya-Karya Penting dan Pengaruhnya

Beberapa karya penting Sartono antara lain The Peasant Revolt of Banten in 1888, Pengantar Sejarah Indonesia Baru, Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia, serta berbagai tulisan mengenai sejarah sosial dan gerakan rakyat. Karya-karya tersebut menjadi referensi penting dalam studi sejarah Indonesia modern.

Pengakuan dan Warisan Sebagai Bapak Sejarah Indonesia

Berkat kontribusinya, Sartono Kartodirdjo mendapatkan berbagai penghargaan dan diakui sebagai bapak sejarah Indonesia. Warisan pemikirannya tetap hidup di dunia pendidikan dan penelitian sejarah.

Gelar dan Penghargaan yang Diterima

Sartono memang memperoleh berbagai pengakuan akademik, termasuk penghargaan internasional seperti Benda Prize yang diterimanya pada tahun 1977 atas kontribusinya dalam kajian sejarah Asia Tenggara.

Pengaruh dalam Studi Sejarah di Indonesia

Pemikiran Sartono Kartodirdjo memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan historiografi Indonesia modern. Pendekatan sejarah sosial yang dikembangkannya membuka perspektif baru dalam memahami peran masyarakat, gerakan sosial, dan perubahan sosial dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Kesimpulan

Kontribusi Sartono Kartodirdjo sebagai bapak sejarah Indonesia tidak hanya membentuk pola penulisan sejarah, tapi juga mendorong lahirnya generasi sejarawan baru. Pemikirannya tetap relevan dalam memahami sejarah masyarakat dan bangsa Indonesia. Pendekatan kritis dan sosial yang diajarkan Sartono masih menjadi landasan utama dalam studi sejarah di Indonesia. Pemikiran tersebut membantu masyarakat melihat sejarah dari perspektif yang lebih luas dan mendalam.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia