Konten dari Pengguna

Sejarah Aksara Sunda dari Kerajaan hingga Kini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masyarakat Sunda. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masyarakat Sunda. Foto: Pixabay.

Aksara Sunda merupakan sistem tulisan tradisional yang telah digunakan masyarakat Sunda sejak ratusan tahun lalu. Sebagai warisan budaya tulis, aksara ini memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi bukti peradaban Sunda yang maju pada masanya. Mempelajari sejarah aksara Sunda dapat memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana leluhur masyarakat Sunda berkomunikasi dan mendokumentasikan berbagai aspek kehidupan. Mulai dari naskah kerajaan, karya sastra, hingga prasasti penting yang masih tersimpan hingga kini.

Asal Usul dan Perkembangan Aksara Sunda dari Masa ke Masa

Berdasarkan Modul Membaca dan Menulis Aksara Sunda oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Aksara Sunda merupakan salah satu aksara tradisional Nusantara yang berkembang dari rumpun aksara Brahmi. Dalam perkembangannya, Aksara Sunda Kuno memiliki tipe dasar Aksara Pallawa Lanjut yang kemudian mengalami penyesuaian hingga membentuk karakteristik khas untuk menuliskan bahasa Sunda.

Perkembangan pada Masa Kerajaan Sunda

Penggunaan aksara Sunda berkembang pesat pada masa Kerajaan Sunda, khususnya pada periode Pakuan Pajajaran–Galuh. Dari masa tersebut ditemukan berbagai prasasti, piagam, serta naskah kuno yang berasal sekitar abad ke-14 hingga ke-16 sebagai bukti berkembangnya tradisi tulis masyarakat Sunda.

Bukti Penggunaan Aksara Sunda

Keberadaan aksara Sunda dibuktikan melalui berbagai peninggalan sejarah, seperti Prasasti Kawali, Batutulis, Kebantenan, Sanghyang Tapak, dan Geger Hanjuang. Selain prasasti, ditemukan pula sejumlah naskah kuno yang memperlihatkan berkembangnya tradisi tulis di wilayah Tatar Sunda.

Perubahan Bentuk Aksara Sunda

Seiring berjalannya waktu, bentuk aksara Sunda mengalami perkembangan sesuai dengan media tulis, teknik penulisan, dan kebutuhan masyarakat. Perubahan tersebut menghasilkan berbagai variasi hingga akhirnya ditetapkan bentuk baku yang digunakan pada masa kini.

Jumlah Huruf Aksara Sunda

Dalam sistem Aksara Sunda Kuno dikenal 18 aksara ngalagena. Namun pada Aksara Sunda Standar, jumlah aksara ngalagena dikembangkan menjadi 23 huruf, dilengkapi 7 aksara swara dan berbagai rarangkén sebagai penanda perubahan bunyi vokal.

Masa Kemunduran

Peranan aksara Sunda mulai berkurang ketika penggunaan aksara Arab dan kemudian alfabet Latin semakin meluas. Dalam perkembangannya, huruf Latin menjadi sistem tulisan yang paling banyak digunakan sehingga pemakaian aksara Sunda semakin terbatas.

Upaya Pelestarian Aksara Sunda di Era Kontemporer

Pembelajaran di Sekolah

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, aksara Sunda diajarkan di sekolah agar generasi muda dapat memahami serta menggunakan warisan budaya tulis masyarakat Sunda.

Standardisasi Aksara

Pelestarian aksara Sunda diperkuat melalui proses pembakuan atau standardisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini bertujuan menghadirkan bentuk aksara yang seragam sehingga lebih mudah dipelajari dan digunakan masyarakat.

Digitalisasi

Perkembangan teknologi turut mendukung pelestarian aksara Sunda melalui upaya komputerisasi dan pengembangan sistem Unicode sehingga aksara ini dapat digunakan dalam media digital.

Aksara Sunda di Ruang Publik

Saat ini aksara Sunda semakin banyak dijumpai pada papan nama jalan, gedung pemerintahan, dan berbagai fasilitas umum di Jawa Barat sebagai bentuk pengenalan kembali kepada masyarakat.

Tantangan Pelestarian

Karena telah lama tidak digunakan secara luas, pemasyarakatan aksara Sunda perlu dilakukan secara bertahap melalui pengenalan, pembiasaan, penumbuhan rasa bangga, hingga tumbuhnya rasa memiliki terhadap aksara tersebut.

Masa Depan Aksara Sunda

Melalui dukungan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat, aksara Sunda diharapkan tetap menjadi identitas budaya yang hidup serta terus digunakan sebagai bagian dari pelestarian bahasa dan kebudayaan Sunda di masa mendatang.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia