Sejarah & Keunikan Alat Musik Sasando: Eksplorasi Evolusi dari Tradisi ke Modern
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sasando dikenal sebagai alat musik petik khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Bentuknya yang unik dan suara merdu yang dihasilkan membuat alat musik ini menonjol di antara instrumen tradisional Indonesia lainnya. Selain menjadi warisan budaya, sasando juga mengalami perkembangan menarik dari masa ke masa.
Sejarah Sasando
Sasando memiliki sejarah panjang yang melekat erat dengan identitas budaya masyarakat Rote. Menurut artikel Evolusi Sasando: Perubahan dan Perkembangan Sasando Ditinjau dari Segi Pertunjukan oleh Apris Yulianto Saefatu, perubahan bentuk dan fungsi sasando sangat dipengaruhi kebutuhan pertunjukan musik modern.
Asal-Usul Sasando
Legenda masyarakat Rote menyebutkan bahwa sasando lahir dari inspirasi bunyi alam yang terdengar dari daun lontar. Dalam tradisi masyarakat Rote, sasando menjadi bagian penting dalam pertunjukan budaya, pentas seni, pengiring tarian, hingga sebagai sarana hiburan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, narasi turun-temurun ikut mengukuhkan posisi sasando sebagai simbol kebanggaan daerah.
Perkembangan Sasando dari Masa ke Masa
Transformasi sasando terlihat dari perubahan bentuk fisik dan jumlah senar yang semula sederhana menjadi makin kompleks. Dalam pertunjukan tradisional, sasando biasanya dimainkan secara solo atau mengiringi tarian adat. Sementara itu, di era modern, sasando mulai diadaptasi untuk berbagai genre musik dan tampil di panggung nasional hingga internasional.
Keunikan Alat Musik Sasando
Keunikan sasando terletak pada konstruksinya yang tidak biasa, teknik permainannya yang khas, serta nilai budayanya yang kuat.
Struktur dan Material Sasando yang Unik
Bagian utama sasando terdiri dari tabung bambu sebagai dasar dan daun lontar yang membentuk resonator, bagian resonator sasando terbuat dari daun lontar (haik), sedangkan senarnya dipasang melingkar pada tabung bambu. Setiap bagian memiliki peran penting dalam menghasilkan suara yang khas. Material tradisional seperti bambu dan lontar kini mulai dipadukan dengan bahan modern untuk meningkatkan durabilitas.
Teknik Memainkan Sasando
Sasando dimainkan dengan cara memetik senar menggunakan kedua tangan, dimana tangan kiri memainkan melodi dan tangan kanan memainkan ritme. Teknik dasarnya membutuhkan kelincahan jari, berbeda dengan alat musik petik lain yang umumnya hanya menggunakan satu tangan untuk melodi dan satu tangan untuk akor. Variasi teknik permainan membuat suara sasando sangat ekspresif.
Nilai Budaya dan Identitas Lokal
Sebagai simbol budaya Rote, sasando memiliki peran penting dalam pelestarian musik tradisional daerah. Alat musik ini sering digunakan dalam upacara adat, perayaan daerah, dan pertunjukan seni, memperkuat identitas lokal serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur ke masyarakat luas.
Kesimpulan
Sasando merupakan alat musik tradisional yang tidak hanya unik secara bentuk dan teknik, tetapi juga kaya nilai budaya. Seiring waktu, sasando terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Keberadaan sasando menjadi cerminan kreatifitas masyarakat Rote dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara