Konten dari Pengguna

Sejarah Bandar Lampung: Asal Usul Kota dan Orang Lampung

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bandar Lampung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bandar Lampung. Foto: Pixabay

Bandar Lampung dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya di Provinsi Lampung. Kota ini memiliki sejarah panjang yang dimulai dari masa kolonial hingga tumbuh menjadi kawasan metropolitan yang dinamis. Untuk memahami perkembangan Bandar Lampung, penting menelusuri asal usul kota serta masyarakatnya.

Sejarah Awal Kota Bandar Lampung

Perkembangan Kota Bandar Lampung menurut Sejarah Kota Bandar Lampung 1945–2019 karya A. Yuda Ath Thoriq, tidak dapat dilepaskan dari penyatuan dua kota kembar, Teluk Betung dan Tanjung Karang, yang sejak masa kolonial telah berperan sebagai pusat perdagangan dan administrasi. Sejak awal kemerdekaan hingga era Reformasi, Bandar Lampung mengalami transformasi signifikan dan berkembang sebagai kota metropolitan di Provinsi Lampung.

Pembentukan Kota dan Perkembangannya

Masih dari sumber yang sama, Bandar Lampung terbentuk dari penggabungan dua kota kembar, Tanjungkarang dan Telukbetung, yang secara resmi disatukan pada tahun 1983. Teluk Betung telah berkembang sejak abad ke-15 sebagai pusat perdagangan yang didukung aktivitas pelabuhan dan jalur sungai. Pada masa kolonial Belanda, Tanjung Karang berfungsi sebagai kawasan permukiman pejabat, sedangkan Teluk Betung menjadi pusat perdagangan dan usaha. Penyatuan kedua wilayah tersebut kemudian memperkuat peran Bandar Lampung sebagai pusat pertumbuhan, industri, dan perdagangan di Provinsi Lampung.

Peran Bandar Lampung di Masa Kolonial

Pada masa kolonial Belanda, Bandar Lampung berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan distribusi komoditas. Teluk Betung diambil alih pada tahun 1847 sebagai kedudukan pemerintah kolonial sekaligus pusat pengumpulan lada Lampung, sedangkan Tanjung Karang dikembangkan sebagai kawasan permukiman pejabat Belanda. Jejak arsitektur dan sistem administrasi kolonial, termasuk bangunan Keresidenan Bandar Lampung bergaya Belanda (±1930), masih dapat ditemui hingga kini dan mencerminkan perubahan sosial akibat kebijakan kolonial.

Asal Usul, Suku, dan Kebudayaan Asli Lampung

Orang Lampung memiliki tradisi dan adat yang masih terjaga hingga kini. Identitas masyarakatnya dipengaruhi oleh sejarah panjang serta interaksi dengan pendatang dari berbagai daerah. Asal-usul masyarakat Lampung, berdasarkan Local Knowledge of Lampung People in Tulang Bawang: An Ethnotechnological Study for Utilization and Conservation of Rivers karya Bartoven Vivit Nurdin dan K.S.F. Ng (2013), menunjukkan bahwa masyarakat Lampung terdiri atas dua kelompok etnis utama, yaitu Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin, yang masing-masing memiliki latar lingkungan serta karakter sosial-budaya yang berbeda. Selanjutnya, dalam artikel Studi Komparasi dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Lampung: Antara Adat Saibatin dan Pepadun karya Shisilia Arya Rivera dan Zainudin Hasan (Kampus Akademik), dijelaskan bahwa masyarakat Lampung Pepadun pada umumnya bermukim di sepanjang aliran sungai yang bermuara ke Laut Jawa, sedangkan masyarakat Lampung Saibatin cenderung bermukim di wilayah pesisir pantai serta di sepanjang aliran sungai yang bermuara ke Samudra Hindia.

Proses Migrasi dan Pembauran Penduduk

Keberagaman penduduk Lampung, berdasarkan Sejarah Kota Bandar Lampung 1945–2019 karya A. Yuda Ath Thoriq, terbentuk melalui proses migrasi yang berlangsung sejak masa Kerajaan Sriwijaya dan berlanjut pada masa kolonial melalui program transmigrasi Belanda, serta diteruskan oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan. Arus migrasi yang semakin meningkat pascakemerdekaan membawa pendatang dari berbagai daerah, membentuk dinamika sosial baru dan menjadikan Bandar Lampung semakin beragam secara etnis dan budaya.

Perkembangan Bandar Lampung Pasca Kemerdekaan

Mengutip dari Sejarah Kota Bandar Lampung 1945–2019 karya A. Yuda Ath Thoriq, setelah kemerdekaan, Bandar Lampung memasuki fase baru perkembangan yang ditandai oleh lonjakan pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial. Pada masa awal kemerdekaan, kota ini berperan sebagai lokasi strategis bagi pergerakan nasional serta proses rekonstruksi pasca-Perang Dunia II. Memasuki era Orde Baru, modernisasi infrastruktur dan urbanisasi berlangsung pesat, mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memunculkan berbagai tantangan, seperti kesenjangan sosial dan permasalahan lingkungan.

Transformasi Sosial Ekonomi Kota

Sejak awal kemerdekaan hingga era modern, Bandar Lampung mengalami transformasi signifikan menjadi kota modern yang berperan sebagai pusat administrasi, perdagangan, jasa, dan pemerintahan Provinsi Lampung, didorong oleh kemajuan ekonomi, pendidikan, kebijakan pemerintah, migrasi penduduk, serta modernisasi infrastruktur.

Kesimpulan

Sejarah Bandar Lampung memperlihatkan perjalanan kota dari masa kolonial hingga era modern. Perpaduan antara masyarakat asli dan pendatang memperkaya identitas kota ini, menjadikan Bandar Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya di Sumatera. Dengan memahami sejarahnya, masyarakat dapat lebih menghargai peran penting Bandar Lampung dalam dinamika regional.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.