Sejarah Becipak: Permainan Tradisional Asli dari Sumatra Selatan
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Becipak merupakan salah satu permainan tradisional yang berkembang di kawasan Sumatra Selatan. Permainan ini telah lama hadir dalam kehidupan anak-anak di daerah tersebut dan diwariskan dari generasi ke generasi. Becipak tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Pengertian dan Sejarah Becipak
Permainan becipak dikenal sebagai permainan rakyat yang dimainkan secara berkelompok. Menurut buku Permainan Rakyat Daerah Sumatra Selatan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, becipak merupakan warisan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Muara Enim dan sekitarnya. Sejarah becipak berkaitan erat dengan nilai-nilai sosial, di mana anak-anak belajar kerja sama, saling percaya, dan saling membantu saat bermain.
Apa Itu Permainan Becipak?
Becipak biasanya dimainkan oleh 10 orang atau lebih, masing-masing merupakan pemuda atau orang dewasa (15 tahun ke atas). Tidak ada anak kecil dan perempuan dalam permainan ini. Permainan ini melibatkan gerakan tubuh dan koordinasi antar pemain. Setiap pemain berusaha mengikuti aturan tertentu agar bisa memenangkan permainan.
Sejarah Singkat Becipak di Sumatra Selatan
Permainan becipak sudah dikenal sejak lama di Kabupaten Muara Enim dan daerah sekitarnya. Becipak menjadi salah satu bagian dari identitas budaya masyarakat Sumatra Selatan yang hingga kini masih dilestarikan.
Asal Usul Permainan Becipak
Becipak berasal dari Sumatra Selatan, khususnya di wilayah Muara Enim. Permainan ini berkembang di lingkungan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
Daerah Asal Becipak
Berdasarkan inventarisasi budaya daerah, becipak memang berakar dari masyarakat Muara Enim. Permainan ini tumbuh dan menyebar luas di lingkungan permukiman tradisional.
Makna dan Nilai Budaya Becipak
Becipak sarat dengan nilai budaya seperti kebersamaan, sportivitas, dan solidaritas. Selain itu, permainan ini mengajarkan para pemuda untuk menghargai teman dan membangun kekompakan dalam kelompok.
Cara Memainkan Becipak
Permainan becipak cukup sederhana. Para pemain dapat memainkannya di halaman rumah atau lapangan kecil. Alat yang diperlukan hanya bola yang dianyam dari rotan.
Aturan dan Perlengkapan Permainan
Pada umumnya, becipak dimainkan dengan membagi anak-anak menjadi dua kategori. Anak pertama berada di tengah, lalu dilingkari oleh lawan mainnya (berapa pun jumlahnya). Bola dari rotan dilemparkan ke anak yang di tengah, lalu ia harus menendang-nendang bola itu agar jangan sampai jatuh ke tanah. Setelah beberapa kali, ia melambungkan bola ke arah pemain lawan yang ada di depannya (dianggap nomor urut pertama). Setelah ditendang-tendang tanpa jatuh ke tanah, dikembalikan lagi ke pemain yang ada di tengah. Begitu seterusnya. Jika pemain yang diberikan bola itu gagal menyeimbangkannya hingga jatuh ke tanah, maka ia gagal dan harus keluar dari lingkaran. Jika Pemain yang di tengah yang gagal, maka ia kalah dan harus keluar dari permainan.
Manfaat Permainan Becipak untuk Anak-Anak
Permainan tradisional seperti becipak diyakini bermanfaat bagi perkembangan motorik dan sosial anak. Anak-anak belajar mengendalikan gerak tubuh, melatih konsentrasi, serta memperkuat rasa kebersamaan.
Pelestarian Permainan Becipak di Sumatra Selatan
Upaya pelestarian permainan becipak terus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dokumentasi budaya oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga eksistensi permainan ini di tengah arus modernisasi.
Kesimpulan
Becipak merupakan permainan tradisional asli Sumatra Selatan yang kaya akan nilai kebersamaan dan pendidikan karakter. Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana penting dalam membangun solidaritas dan motorik pada anak-anak. Melalui pelestarian yang dilakukan berbagai pihak, becipak diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman