Konten dari Pengguna

Sejarah dan Aturan Permainan Mabbangngak: Permainan Rakyat Bugis Makassar

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buah kemiri merupakan alat utama dalam permainan tradisional mabbangngak khas Bugis Makassar. Sumber foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Buah kemiri merupakan alat utama dalam permainan tradisional mabbangngak khas Bugis Makassar. Sumber foto: pixabay.com

Permainan tradisional menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu permainan yang masih dikenal di Sulawesi Selatan adalah Mabbangngak, sebuah permainan rakyat dari suku Bugis Makassar. Permainan ini bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga bentuk warisan budaya yang mengajarkan banyak nilai.

Sejarah Mabbangngak dalam Budaya Bugis Makassar

Mabbangngak telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Menurut buku Permainan Rakyat Suku Bugis Makassar di Sulawesi Selatan, permainan ini dikenal luas di kalangan anak-anak dan sering dimainkan saat waktu senggang, terutama di lingkungan pedesaan setelah panen kemiri.

Asal Usul Permainan Mabbangngak

Permainan ini berasal dari kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan benda sederhana yaitu buah kemiri untuk bermain bersama. Mabbangngak biasanya diwariskan secara turun-temurun, dan tetap bertahan hingga saat ini berkat peran keluarga dan lingkungan.

Peran Mabbangngak dalam Tradisi Lokal

Permainan tradisional ini berperan sebagai media sosialisasi di masyarakat. Anak-anak belajar bekerja sama, bersaing secara sehat, dan menjalin kebersamaan dalam setiap sesi permainan.

Perkembangan dan Pelestarian Mabbangngak

Walaupun sudah ada sejak lama, perkembangan zaman membuat Mabbangngak mulai jarang dimainkan. Namun, beberapa komunitas dan sekolah masih berupaya menjaga keberadaannya dengan mengadakan lomba atau kegiatan tematik.

Aturan Permainan Mabbangngak

Aturan dalam permainan Mabbangngak tergolong sederhana dan mudah dipahami. Permainan ini melibatkan sedikitnya dua orang anak dan tidak dibatas maksimal dengan peralatan yang mudah ditemukan di sekitar rumah yaitu buah kemiri.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Alat yang digunakan dalam permainan ini sangat sederhana, hanya buah kemiri yang melimpah terutama di musim panen. Arena bermain biasanya di tanah lapang di sekitar kampung.

Cara Bermain Mabbangngak

Berdasarkan buku sumber, para pemain membuat garis lingkaran di tanah untuk menyimpan pasangan, yaitu buah kemiri yang akan menjadi sasaran. Setelah siap, mereka mengundi giliran dengan suit. Kemudian pemain giliran pertama melemparkan kemiri penembaknya ke dalam lingkaran. Jika berhasil mengeluarkan kemiri pasangan di dalam lingkaran, maka menjadi miliknya. Jika gagal, maka giliran berganti ke pemain berikutnya.

Nilai-Nilai yang Ditanamkan dalam Permainan

Mabbangngak bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, kecermatan, serta kemampuan beradaptasi dengan teman sebaya.

Pentingnya Melestarikan Mabbangngak

Permainan ini memiliki peranan penting dalam menjaga identitas budaya dan membangun karakter anak-anak. Selain itu, Mabbangngak juga menjadi pengingat akan kekayaan tradisi lokal yang patut dijaga.

Manfaat Permainan Tradisional bagi Anak-Anak

Melalui permainan seperti Mabbangngak, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan motorik, belajar bersosialisasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.

Upaya Pelestarian oleh Masyarakat dan Pemerintah

Untuk menjaga keberadaan Mabbangngak, masyarakat dan pemerintah setempat mulai mengintegrasikan permainan ini dalam kegiatan sekolah dan festival budaya, sehingga generasi muda tetap mengenal dan mempraktikkannya.

Kesimpulan

Mabbangngak adalah permainan rakyat Bugis Makassar yang menyimpan sejarah panjang dan mengajarkan nilai kebersamaan. Dengan aturan sederhana dan alat yang mudah ditemukan, permainan ini tetap relevan untuk diteruskan kepada generasi berikutnya. Menjaga tradisi Mabbangngak berarti juga melestarikan bagian penting dari budaya Sulawesi Selatan.

Ditinjau oleh Fakhri Nurzaman