Konten dari Pengguna

Sejarah dan Geografi Bima: Kota Penuh Warisan Budaya dan Keindahan Alam

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kota Bima. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota Bima. Foto: Pixabay.

Kota Bima merupakan salah satu kota penting di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Wilayah ini dikenal kaya akan sejarah dan pesona alam, sekaligus menjadi jantung aktivitas ekonomi serta budaya di sekitarnya. Dengan perpaduan warisan tradisi dan perkembangan modern, Bima menawarkan pengalaman unik bagi siapa saja yang ingin mengenalnya lebih dekat.

Sejarah Singkat Bima

Menurut portal resmi Pemerintah Kota Bima, Sejarah Bima, yang dikenal pula sebagai Dana Mbojo, berakar sangat kuat dalam perjalanan sejarah panjang wilayah ini. Berdasarkan legenda yang tercatat dalam Kitab BO (naskah kuno Kerajaan dan Kesultanan Bima), masa awal sejarah Bima bahkan ditarik hingga periode prasejarah. Seiring perkembangannya, Bima tumbuh dari kerajaan kuno yang berperan sebagai pusat budaya dan pemerintahan di wilayah Sumbawa, dengan identitasnya dibentuk oleh berbagai pengaruh luar, terutama melalui aktivitas perdagangan dan penyebaran agama sejak abad-abad awal.

Asal Usul Nama dan Pembentukan Kota Bima

Kota Bima berkembang dari permukiman tradisional hingga bertransformasi menjadi pusat pemerintahan di wilayah timur Pulau Sumbawa. Perkembangan tersebut bermula ketika putra Sang Bima, Indra Zamrud, diangkat sebagai Raja Bima pertama, yang menandai masuknya Bima ke dalam fase kerajaan. Sejak saat itu, Bima terus berkembang hingga menjadi kerajaan besar yang memiliki pengaruh penting di kawasan sekitarnya.

Perkembangan Pemerintahan dan Budaya

Selama berabad-abad, pemerintahan di Bima mengalami perubahan dari sistem kerajaan menjadi bentuk administrasi modern. Budaya lokal tetap lestari melalui tradisi, upacara adat, dan kesenian yang diwariskan lintas generasi.

Penetapan Kota Bima sebagai Daerah Otonom

Kota Bima resmi berstatus daerah otonom sejak tahun 2002. Penetapan ini membuka peluang pengelolaan wilayah yang lebih mandiri dan mendorong pembangunan di berbagai sektor.

Kondisi Geografis dan Administratif Kota Bima

Berdasarkan Kota Bima dalam Angka 2025 oleh BPS Kota Bima, secara geografis, Kota Bima terletak di bagian timur Pulau Sumbawa pada koordinat sekitar 118°41’–118°48’ Bujur Timur dan 8°20’–8°30’ Lintang Selatan. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 222,25 km² yang terbagi ke dalam lima kecamatan dan 41 kelurahan. Kecamatan Asakota merupakan wilayah terluas, sedangkan Rasanae Barat menjadi kecamatan dengan luas terkecil. Secara fisik, wilayah Kota Bima memiliki topografi berupa dataran dan lereng, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Bima dan Teluk Bima di sisi barat.

Peran Kota Bima dalam Konteks Regional

Bima tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan, namun juga memainkan peran penting di tingkat regional. Menurut portal resmi Pemerintah Kota Bima, Kota ini tumbuh sebagai penggerak utama ekonomi dan sosial budaya di Pulau Sumbawa.

Pusat Ekonomi dan Transportasi di Pulau Sumbawa

Sebagai kota pelabuhan utama, Bima menjadi jalur vital distribusi barang dan jasa di kawasan timur NTB. Infrastruktur transportasi yang memadai menjadikan kota ini titik temu aktivitas bisnis dan logistik.

Keunikan Sosial Budaya dan Demografi

Kota Bima dihuni sekitar 165.113 penduduk dengan latar belakang budaya yang beragam. Keanekaragaman ini tercermin dalam bahasa, adat istiadat, serta tradisi masyarakat yang masih terjaga.

Kesimpulan

Bima hadir sebagai kota yang kaya sejarah dan geografis, serta memainkan peranan strategis di Pulau Sumbawa. Dengan status otonom dan letak yang mendukung, Bima terus berkembang tanpa meninggalkan warisan budaya yang telah ada. Kombinasi antara keindahan alam dan keberagaman masyarakatnya menjadi daya tarik utama bagi siapa pun yang ingin lebih mengenal kota ini.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.