Konten dari Pengguna

Sejarah dan Geografi Kota Baubau: Fakta, Perkembangan, dan Kondisi Terkini

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puncak Kolagana di Baubau. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puncak Kolagana di Baubau. Foto: Pixabay.

Sebagai salah satu kota penting di Sulawesi Tenggara, Baubau memiliki sejarah panjang dan karakter geografis yang khas. Kota ini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, budaya, serta menjadi pintu gerbang antarwilayah di kawasan kepulauan. Berikut ulasan mendalam mengenai sejarah, hingga kondisi geografis Kota Baubau

Sejarah Kota Baubau

Riwayat Baubau telah tercatat sejak masa Kesultanan Buton, menjadikannya kota bersejarah yang berperan besar dalam perjalanan wilayah Sulawesi Tenggara.

Baubau dalam Sejarah Awal Nusantara

Baubau pada mulanya merupakan pusat Kerajaan Buton (Wolio) yang berkembang sejak awal abad ke-15. Menurut laman resmi Kota Baubau, wilayah Buton telah dikenal lebih awal dalam sejarah Nusantara karena tercatat dalam Nagarakretagama karya Mpu Prapanca tahun 1365, yang menyebut Buton sebagai wilayah penting dengan status religius dan simbol kekuasaan.

Cikal bakal Kerajaan Buton dirintis oleh kelompok Mia Patamiana (Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo, dan Sijawangkati) yang menurut tradisi lisan berasal dari Semenanjung Melayu pada akhir abad ke-13.

Masa Kejayaan dan Warisan Kesultanan Buton

Sejak berdiri hingga berakhir pada tahun 1960, Kesultanan Buton meninggalkan warisan sejarah dan budaya yang signifikan, seperti benteng keraton, makam raja dan sultan, pintu gerbang (lawa), meriam tua, serta naskah-naskah kuno yang sebagian masih tersimpan di lingkungan keluarga bangsawan dan sebagian lainnya dibawa ke Belanda pada masa kolonial.

Wilayah bekas Kesultanan Buton kemudian berkembang menjadi beberapa daerah otonom, antara lain Kabupaten Buton, Muna, Wakatobi, Bombana, Buton Utara, Buton Tengah, Buton Selatan, Muna Barat, serta Kota Baubau sebagai pusat historisnya.

Penetapan Nama dan Hari Jadi Kota

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penetapan Hari Jadi Kota Baubau dan Perubahan Penulisan Baubau, penulisan nama Bau-Bau diubah menjadi Baubau sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan.

Perda tersebut juga menetapkan 17 Oktober 1541 sebagai hari jadi Kota Baubau, merujuk pada peristiwa penting berupa perubahan Kerajaan Buton menjadi Kesultanan Buton, yang ditandai dengan pelantikan Lakilaponto sebagai Sultan Buton I bergelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis.

Kondisi Geografis dan Administratif

Baubau berdiri di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dan memiliki posisi strategis untuk jalur transportasi laut. Menurut dokumen Kota Baubau Dalam Angka 2025 oleh BPS Kota Baubau, kota ini memiliki ciri geografis yang unik dan beragam.

Secara astronomis, Baubau terletak di sebelah selatan garis khatulistiwa, yakni pada koordinat 5°21’–5°33’ Lintang Selatan dan 122°30’–122°47’ Bujur Timur.

Ditinjau dari letak geografis, Kota Baubau berbatasan dengan Kabupaten Buton di bagian utara dan timur, Kabupaten Buton Selatan di sebelah selatan, serta Selat Buton di bagian barat. Secara administratif, Kota Baubau terdiri atas 8 kecamatan dan 43 kelurahan.

Demografis Kota Baubau

Menurut laman resmi Kota Baubau, dalam kurun waktu 2020–2024, Baubau menunjukkan peningkatan jumlah penduduk secara berkelanjutan, dari sekitar 159,2 ribu jiwa pada tahun 2020 menjadi 168,54 ribu jiwa pada tahun 2024.

Dengan jumlah tersebut, Baubau menempati peringkat keenam sebagai daerah berpenduduk terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan kontribusi sekitar 6,03 persen terhadap total populasi provinsi. Adapun wilayah dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kota Kendari, diikuti oleh Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Konawe.

Infrastruktur dan Pembangunan Kota

Sebagai wilayah yang memiliki posisi strategis karena berbatasan darat dan laut dengan daerah hinterland. Menurut laman resmi Kota Baubau, Pemerintah Kota Baubau berupaya memperkuat infrastruktur pemerintahan serta meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang profesional dan kompeten guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang optimal.

Kesimpulan

Baubau merupakan kota bersejarah di Sulawesi Tenggara yang terus berkembang dalam hal geografi, ekonomi, dan sosial. Sejarah panjang dan letak geografis yang strategis membuat Baubau menjadi pusat penting di kawasan timur Indonesia. Melalui pembangunan berkelanjutan, kota ini siap menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.