Konten dari Pengguna

Sejarah dan Geografi Mataram: Kota Penting di Nusa Tenggara Barat

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nusa Tenggara Barat. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nusa Tenggara Barat. Foto: Pixabay.

Berlokasi di Pulau Lombok, Mataram dikenal sebagai pusat pemerintahan sekaligus jantung aktivitas ekonomi di Nusa Tenggara Barat. Kota ini menyimpan warisan budaya dan sejarah yang kaya, sekaligus menawarkan lanskap geografis yang khas. Artikel ini mengulas sejarah Mataram dan karakteristik geografisnya secara ringkas namun informatif.

Sejarah Mataram

Mataram berkembang menjadi kota modern dengan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya. Proses sejarah panjang dan peran pentingnya dalam perkembangan daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Asal Usul Kota Mataram

Berdasarkan buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Nusa Tenggara Barat oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sejak masa kerajaan, Mataram berkembang di wilayah Pulau Lombok dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, sekaligus didukung oleh aktivitas pertanian yang berkembang melalui sistem pengairan yang terus disempurnakan, sehingga meningkatkan produksi dan menopang kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

Peran Mataram dalam Kebangkitan Nasional

Pada masa pergerakan nasional, wilayah Nusa Tenggara Barat, dengan Mataram sebagai pusat administrasi, turut memberikan kontribusi penting dalam masa Kebangkitan Nasional. Banyak kegiatan pendidikan dan sosial bermula di kota ini, mendorong semangat kebangsaan di kalangan masyarakat Lombok. Hal ini menjadikan Mataram sebagai simbol kemajuan dan perubahan sosial di daerah.

Perkembangan Kota Mataram dari Masa ke Masa

Kota Mataram mengalami perubahan pesat sejak era kemerdekaan hingga sekarang. Fasilitas umum, pendidikan, dan layanan kesehatan terus berkembang, menyesuaikan kebutuhan penduduk yang semakin bertambah. Transformasi ini menjadikan Mataram sebagai kota dengan keseimbangan antara tradisi dan modernitas.

Kondisi Geografis Mataram

Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki posisi geografis yang strategis karena terletak di bagian barat Pulau Lombok dan berbatasan langsung dengan Selat Lombok yang menjadi jalur penghubung antara Pulau Lombok dan Pulau Bali. Berdasarkan Statistik Daerah Kota Mataram Tahun 2025 oleh BPS Kota Mataram, wilayah kota ini berada di ujung barat pulau dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 9 km, serta memiliki kawasan pesisir yang terdapat di Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela. Secara topografis, Kota Mataram berada pada ketinggian antara 0 hingga 75 meter di atas permukaan laut dengan kondisi wilayah yang relatif datar hingga landai di bagian barat dan bergelombang di bagian timur. Struktur geologinya didominasi oleh tanah liat dan endapan tuff hasil aktivitas vulkanik Gunung Rinjani, sementara bagian selatan kota memiliki ketinggian yang relatif rendah sehingga rentan mengalami genangan air saat musim hujan. Luas wilayah Kota Mataram mencapai 60,21 km² yang terbagi ke dalam enam kecamatan dengan distribusi luas yang relatif seimbang, di mana Kecamatan Sandubaya merupakan wilayah terluas dan Kecamatan Cakranegara menjadi yang terkecil. Dalam hal penggunaan lahan, pada tahun 2024 sebagian besar wilayah Kota Mataram dimanfaatkan untuk kawasan perumahan dan kegiatan nonpertanian, sedangkan sisanya digunakan sebagai lahan pertanian yang terus mengalami penyusutan akibat pesatnya perkembangan kota, alih fungsi lahan untuk pembangunan infrastruktur, serta kecenderungan petani menjual lahan pertanian dan mengalihkannya ke wilayah lain.

Kondisi Demografis Mataram

Kota Mataram merupakan wilayah dengan tingkat keberagaman penduduk yang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan Statistik Daerah Kota Mataram Tahun 2025, penduduknya berasal dari berbagai latar belakang, dengan Suku Sasak sebagai kelompok mayoritas, sementara Bahasa Sasak dan Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang paling umum digunakan. Berdasarkan proyeksi penduduk interim 2020–2035, jumlah penduduk Kota Mataram pada tahun 2024 mencapai sekitar 445.010 jiwa, mengalami peningkatan sebesar 0,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan penduduk tersebut dipengaruhi oleh tingginya angka kelahiran dan arus migrasi masuk yang lebih besar dibandingkan angka kematian dan migrasi keluar.

Kesimpulan

Sejarah Mataram memperlihatkan perjalanan kota ini dari perkampungan kecil menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, letak geografis yang strategis serta kondisi wilayah yang beragam mendukung pertumbuhan dan dinamika masyarakatnya. Memahami sejarah dan geografi Mataram penting untuk mengenal karakter kota ini secara utuh.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.