Konten dari Pengguna

Sejarah dan Geografi Ternate: Kota Penuh Warisan di Maluku Utara

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kota Ternate. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota Ternate. Foto: Pixabay.

Ternate dikenal sebagai salah satu kota bersejarah di Maluku Utara yang menyimpan banyak cerita dan keunikan. Kota ini pernah menjadi pusat perdagangan rempah dunia dan memiliki keunggulan geografis yang membuatnya strategis sejak masa lampau. Selain itu, Ternate terus berkembang sebagai kota modern yang tetap memelihara kekayaan budaya dan tradisinya.

Sejarah Ternate sebagai Bandar Penting di Jalur Sutra

Sejak ratusan tahun lalu, Ternate memainkan peran penting dalam jaringan perdagangan internasional, terutama di jalur rempah. Menurut Ternate sebagai Bandar di Jalur Sutra oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, kota ini menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai bangsa yang mencari rempah-rempah langka.

Peran Ternate dalam Perdagangan Rempah Dunia

Ternate pernah menjadi tujuan utama para pedagang asing karena kekayaan cengkeh dan pala yang melimpah. Komoditas ini menjadi faktor utama yang membuat Ternate ramai dikunjungi kapal-kapal dagang dari Asia maupun Eropa.

Pengaruh Kesultanan Ternate dalam Politik dan Ekonomi Regional

Kesultanan Ternate dikenal sebagai salah satu kerajaan besar di kawasan timur Indonesia. Keberadaan kesultanan ini memberi pengaruh kuat dalam mengatur jalannya perdagangan serta stabilitas politik di wilayah sekitarnya.

Bukti Historis Jalur Sutra di Ternate

Seperti dijelaskan dalam Ternate Sebagai Bandar di Jalur Sutra, berbagai peninggalan arkeologis dan jalur pelayaran kuno ditemukan di sekitar Ternate antara lain situs Waidoba, Gua Taneti, Gua Uattamdi, Gua Tanjung Pinang Daco, Doro, Tanjuang Luari, Kampung Awer, Jere Kuluba, Kufa-Kufa, Tana Malange, dan Gua Lolori . Hal ini menguatkan posisi Ternate dalam sejarah perdagangan dunia.

Geografi Kota Ternate

Kota Ternate merupakan salah satu kota di kawasan Indonesia bagian timur yang berada di Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan Kota Ternate dalam Angka 2025 oleh BPS Kota Ternate, secara astronomis, kota ini terletak pada koordinat 02°28’54,51” Lintang Selatan hingga 02°39’28,76” Lintang Utara serta di antara 124°16’58,62”–129°40’57,62” Bujur Timur. Dari sisi geografis, Kota Ternate berbatasan dengan Tidore Kepulauan dan Halmahera Selatan di bagian selatan. Luas wilayah Kota Ternate mencapai 5.709,72 km², yang terdiri atas wilayah daratan seluas 162,20 km² dan wilayah perairan seluas 5.547,52 km².

Administrartif Kota Ternate

Kota Ternate merupakan kota kepulauan yang tersusun atas tiga pulau besar dan enam pulau kecil. Pusat administrasi pemerintahan berada di Kecamatan Ternate Tengah. Wilayah administratif Kota Ternate mencakup delapan kecamatan dan 78 kelurahan, dengan pusat pemerintahan terletak di pulau terbesarnya, yaitu Pulau Ternate. Di pulau ini terdapat lima kecamatan, yakni Pulau Ternate, Ternate Selatan, Ternate Tengah, Ternate Utara, dan Ternate Barat.

Sementara itu, tiga kecamatan lainnya berada di luar Pulau Ternate dengan jarak yang relatif jauh dari pusat kota. Kecamatan yang memiliki jarak terjauh adalah Pulau Batang Dua, yang berjarak sekitar 121,6 km dari pusat pemerintahan kota. Kecamatan ini meliputi wilayah Pulau Mayau dan Tifure, yang berada di tengah perairan Laut Maluku.

Data Penduduk Ternate

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Ternate pada tahun 2024 tercatat sebanyak 210.836 jiwa. Pada tahun yang sama, rasio jenis kelamin penduduk mencapai 105,46, yang menunjukkan bahwa dalam setiap 100 penduduk perempuan terdapat sekitar 106 penduduk laki-laki.

Ternate dalam Perspektif Modern

Perkembangan Ternate tidak hanya terjadi di bidang ekonomi, tetapi juga budaya dan pariwisata. Kota ini berhasil menjaga identitasnya di tengah modernisasi yang terus berlangsung.

Komoditas di Kota Ternate

Menurut laman resmi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, komoditas unggulan di daerah ini meliputi kelapa, cengkeh, buah pala, serta tanaman hortikultura seperti bawang rica, cabai, dan tomat. Pada sektor perikanan, Kota Ternate memiliki beragam komoditas unggulan dari hasil laut yang mencerminkan potensi sumber daya kelautannya. Di antaranya terdapat ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan demersal, dan ikan air tawar.

Pariwisata dan Budaya Kota Ternate

Potensi pariwisata di Kota Ternate didukung oleh kekayaan atraksi alam, budaya, dan sejarah yang tersebar di berbagai wilayah kota. Di antaranya terdapat sejumlah objek wisata alam seperti kawasan Danau Tolire yang menawarkan pemandangan alam di kaki Gunung Gamalama, serta Pantai Sulamadaha dan Kawasan Batu Angus sebagai destinasi bahari yang menarik bagi pengunjung. Selain itu, Ternate juga kaya dengan situs sejarah dan budaya seperti Masjid Sultan Ternate, Kadaton Sultan Ternate, serta berbagai benteng peninggalan kolonial seperti Benteng Kalamata, Benteng Oranje, dan Benteng Tolucco (Santo Lucass) yang mencerminkan jejak masa lampau kerajaan dan kolonialisme. Di samping itu, warisan budaya lokal seperti tarian tradisional (misalnya Legu Kadato, Dadansa, dan Soya Soya), ritual adat Kololi Kie, makanan khas seperti Saro, dan festival budaya Legu Gam turut memperkaya daya tarik wisata kota ini dan memberikan pengalaman budaya yang khas bagi wisatawan.

Kesimpulan

Ternate adalah kota yang menawarkan warisan sejarah dan keunggulan geografis di Maluku Utara. Kota ini berkembang seiring waktu, menjaga nilai-nilai budaya sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Dengan segala potensi yang dimiliki, Ternate tetap menjadi bagian penting dalam sejarah dan perkembangan wilayah timur Indonesia.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.