Sejarah dan Kehidupan Masyarakat Mataram Kuno
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Mataram Kuno dikenal sebagai salah satu pusat peradaban besar di Jawa pada abad IX hingga X Masehi. Jejak sejarah dan kehidupan masyarakatnya tercermin melalui berbagai prasasti dan relief yang ditemukan di kawasan Jawa Tengah. Kerajaan ini meninggalkan warisan budaya dan sistem sosial yang masih dipelajari hingga kini.
Asal Usul dan Sejarah Mataram Kuno
Menurut Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Kerajaan Mataram Kuno Abad IX-X M: Kajian Berdasarkan Prasasti dan Relief oleh Naufal Raffi Arrazaq & Saefur Rochmat, sejarah Mataram Kuno ditelusuri melalui temuan arkeologis dan catatan kuno. Pusat Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berada di daerah Kedu dan sekitar Prambanan.
Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno
Mataram Kuno didirikan di tengah wilayah subur yang mendukung pertanian. Lingkungan geografis serta aliran sungai menjadi alasan utama berkembangnya pemukiman dan aktivitas manusia di kawasan tersebut.
Perkembangan Politik dan Pemerintahan Abad IX-X M
Pemerintahan Mataram Kuno dipimpin oleh raja-raja yang berkuasa secara turun-temurun. Sistem kerajaan ini kuat dalam struktur politik, dengan pembagian peran antara bangsawan, prajurit, dan pejabat istana.
Sumber Sejarah: Prasasti dan Relief
Berbagai prasasti dan relief yang ditemukan menjadi sumber utama untuk memahami kehidupan masyarakat Mataram Kuno. Informasi mengenai pemerintahan, sosial, dan ekonomi dapat dikenali dari teks dan gambar yang diabadikan pada batu, seperti gambaran aktivitas sosial ekonomi masyarakat dapat diketahui berdasarkan relief Candi Borobudur.
Kehidupan Sosial Masyarakat Mataram Kuno
Kehidupan sosial masyarakat Mataram Kuno sangat beragam, mulai dari struktur sosial yang teratur hingga tradisi keagamaan yang kuat. Setiap kelompok masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab tertentu.
Struktur Sosial dan Golongan Masyarakat
Masyarakat terbagi dalam beberapa golongan seperti bangsawan, pendeta, petani, dan pedagang (adanya pembagian golongan masyarakat yang terdiri atas brahmana, kesatria, waisya, dan sudra). Hubungan antara golongan ini diatur oleh norma dan tradisi yang berlaku.
Peran Agama dalam Kehidupan Sehari-hari
Agama memegang peran penting, dengan kepercayaan Hindu-Buddha yang mendasari banyak aspek kehidupan. Upacara keagamaan dan pembangunan candi menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas masyarakat.
Ekonomi dan Mata Pencaharian Masyarakat Mataram Kuno
Perekonomian Mataram Kuno bertumpu pada pertanian, namun juga berkembang dalam bidang perdagangan dan kerajinan. Sistem ekonomi ini menunjang stabilitas kerajaan dan kesejahteraan masyarakat.
Sistem Pertanian dan Irigasi
Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat Mataram Kuno, dengan pengelolaan irigasi dan sawah yang diatur melalui pejabat pertanian.
Perdagangan dan Hubungan Ekonomi
Selain bertani, masyarakat Mataram Kuno juga melakukan aktivitas perdagangan hasil bumi yang berlangsung antardesa dan pasar.
Bukti Ekonomi dari Prasasti dan Relief
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, prasasti dan relief memperlihatkan aktivitas ekonomi seperti pembagian tanah, transaksi, dan distribusi hasil pertanian. Hal ini menjadi bukti nyata tentang keseharian ekonomi masa itu.
Kesimpulan
Sejarah Mataram Kuno memperlihatkan perkembangan peradaban yang terstruktur, mulai dari sistem pemerintahan, kehidupan sosial, hingga perekonomian yang maju. Pemahaman mengenai kehidupan masyarakat Mataram Kuno dapat diperoleh melalui prasasti dan relief yang menjadi saksi bisu masa lalu. Studi tentang kerajaan ini masih relevan sebagai bagian penting dari sejarah Nusantara.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara