Konten dari Pengguna

Sejarah Kota Sabang: Apakah Sabang Termasuk Aceh?

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pulau Weh, Sabang. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pulau Weh, Sabang. Foto: Pixabay

Sabang dikenal sebagai kota paling barat di Indonesia yang menyimpan banyak cerita sejarah. Lokasinya yang unik dan kaya akan budaya membuat banyak orang penasaran, apakah Sabang termasuk Aceh dan bagaimana perjalanan kota ini dari masa ke masa. Artikel ini akan mengulas sejarah serta keunikan Sabang yang patut diketahui.

Apakah Sabang Termasuk Aceh?

Sabang memang sering disebut dalam berbagai cerita tentang Aceh. Keberadaan kota ini di ujung Pulau Weh memperkuat identitasnya sebagai bagian dari Provinsi Aceh. Menurut laman resmi Sabang Kota, Sabang memiliki status sejarah sebagai kawasan perdagangan bebas. Secara administratif, awalnya Kota Sabang terbagi menjadi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Sukakarya serta terbagi menjadi 18 Gampong (desa), kemudian Kecamatan Sukamakmue resmi dibentuk pada 18 Februari 2021 sebagai kecamatan baru di Kota Sabang.

Letak Geografis Sabang

Sabang terletak di Pulau Weh, sekitar 14 kilometer dari daratan utama Aceh. Wilayahnya dikelilingi laut dan memiliki pelabuhan yang menjadi pintu gerbang barat Indonesia. Keindahan alam dan letaknya yang strategis menjadikan Sabang dikenal sebagai destinasi wisata dan pelayaran.

Status Administratif Sabang

Kota Sabang berstatus otonom, tidak berada di bawah kabupaten mana pun. Status ini memberikan keleluasaan untuk mengelola sumber daya dan kebijakan wilayahnya sendiri, namun tetap di bawah naungan Provinsi Aceh.

Sejarah Kota Sabang

Sejarah Sabang berdasarkan Senandung Sabang karya Wayan Jengki Sunarta (2017) sudah dimulai sejak zaman kolonial. Kota ini pernah menjadi pelabuhan penting yang dilirik bangsa asing karena lokasinya yang strategis. Dari pelabuhan inilah, Sabang berkembang menjadi pusat aktivitas perdagangan dan pelayaran di kawasan barat Nusantara.

Asal Usul Nama Sabang

Nama Sabang sendiri berasal dari bahasa Aceh, yakni saban, yang artinya sama rata sama rasa, senasib sepenanggungan, tanpa diskriminasi. Adapula nama Sabang memiliki arti lain dilansir dari laman resmi Sabang Kota, nama Sabang diyakini berasal dari kata Shabag dalam bahasa Arab yang bermakna gunung meletus. Penamaan tersebut berkaitan dengan kondisi geografis wilayah Sabang pada masa lampau yang ditandai oleh aktivitas vulkanik. Jejak aktivitas tersebut hingga kini masih dapat dikenali melalui keberadaan Gunung Api Jaboi serta fenomena gunung berapi bawah laut di kawasan Pria Laot.

Perkembangan Sabang dari Masa ke Masa

Pada masa kolonial, Sabang berkembang pesat sebagai pelabuhan bebas. Fasilitas pelabuhan terus bertambah dan kota ini menjadi pusat lalu lintas barang dan manusia. Setelah kemerdekaan, peran Sabang tetap penting sebagai titik entry perdagangan dan pariwisata.

Sabang di Masa Kolonial

Dalam Senandung Sabang karya Wayan Jengki Sunarta, sejarah panjang Sabang dimulai dari pelabuhan penting era kolonial. Kota ini menjadi saksi bisu lalu lintas kapal-kapal dagang internasional yang menjadikan Sabang terkenal di Asia Tenggara.

Peran dan Keunikan Sabang dalam Sejarah Aceh

Sabang selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah Aceh. Kota ini dikenal sebagai pelabuhan strategis yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara Asia lainnya. Selain itu, Sabang juga menyimpan kekayaan budaya dan tradisi yang masih lestari hingga kini.

Sabang sebagai Kota Pelabuhan Strategis

Letak Sabang yang menghadap langsung ke Selat Malaka menjadikan kota ini penting dalam perdagangan dan pelayaran internasional. Banyak kapal niaga dari berbagai negara pernah singgah di pelabuhan ini.

Warisan Budaya dan Sosial Sabang

Sabang juga dikenal dengan keragaman budaya dan kehidupan sosial yang harmonis. Tradisi masyarakat setempat, kuliner khas seperti gurita dan lontong, serta jejak sejarah kolonial seperti peninggalan bangunan-bangunan kuno, menjadi daya tarik yang membedakan Sabang dari kota lain di Aceh.

Kesimpulan

Sabang merupakan bagian dari Provinsi Aceh yang memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan strategis. Letak geografis dan status administratif Sabang semakin mengukuhkan identitasnya sebagai kota yang berperan penting di ujung barat Indonesia. Pesona sejarah, budaya, dan keunikan Sabang tetap menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.