Konten dari Pengguna

Sejarah Pohon Natal: Dari Ritual Kuno hingga Ikon Dunia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pohon Natal. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pohon Natal. Foto: Pixabay.

Pohon cemara yang berdiri megah dengan hiasan warna-warni kini menjadi simbol perayaan Natal di berbagai belahan dunia. Namun, tradisi menghias pohon ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum agama Kristen berkembang di Eropa. Awalnya, pohon cemara digunakan dalam ritual keagamaan kuno sebagai simbol kehidupan yang tak pernah mati. Perjalanan panjang dari tradisi pagan hingga menjadi bagian dari perayaan modern membuat sejarah pohon Natal menyimpan banyak cerita menarik yang layak diketahui.

Akar Tradisi Pohon Natal di Eropa Kuno

Tanaman Hijau dalam Tradisi Kuno

Berdasarkan artikel Christmas tree oleh Britannica, jauh sebelum pohon Natal dikenal sebagai bagian dari perayaan Kristen, masyarakat Eropa telah menggunakan tanaman hijau sepanjang tahun sebagai simbol kehidupan dan harapan selama musim dingin. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu unsur dalam perayaan Natal.

Awal Tradisi Pohon Natal Kristen

Tradisi pohon Natal dalam perayaan Kristen mulai dikenal di kawasan berbahasa Jerman. Catatan tertua menyebut adanya pohon cemara yang dihiasi apel di Strasbourg pada tahun 1605, yang kemudian berkembang menjadi tradisi menghias pohon Natal di berbagai wilayah Eropa.

Tradisi di Alsace

Wilayah Strasbourg di Alsace menjadi salah satu tempat yang memiliki catatan awal mengenai tradisi pohon Natal. Pada tahun 1605, masyarakat diketahui telah menghiasi pohon cemara dengan apel sebagai bagian dari perayaan Natal.

Evolusi Dekorasi Pohon Natal

Catatan sejarah menunjukkan bahwa pohon Natal mula-mula dihiasi dengan apel, sedangkan penggunaan lilin pada pohon Natal mulai tercatat pada tahun 1611. Tradisi menghias pohon tersebut kemudian terus berkembang seiring perubahan zaman.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia