Konten dari Pengguna

Sejarah Tanjungbalai: Menelusuri Asal Usul dan Hari Jadinya

J

Jejak Sejarah

Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nelayan di Tanjungbalai. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nelayan di Tanjungbalai. Foto: Pixabay

Tanjungbalai dikenal sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dan kaya dengan nilai budaya. Kota ini berkembang dari permukiman sederhana di tepian Sungai Asahan hingga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah Sumatra Utara. Artikel ini mengajak Anda menelusuri sejarah Tanjungbalai, mulai dari asal usulnya hingga keunikan hari jadinya.

Sejarah Awal Kota Tanjungbalai

Sejarah awal Kota Tanjungbalai tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Kesultanan Asahan yang berdiri sekitar 400 tahun lalu. Berdasarkan buku Tanjungbalai Kota Batuah karya Dr. H. Waris Tholib dan Dr. Mailin, perkembangan kota ini bermula dari Kampung Tanjung yang terletak di ujung muara Sungai Asahan, sebuah lokasi strategis yang sejak lama berfungsi sebagai jalur perdagangan penting.

Asal Usul Nama Tanjungbalai

Nama Tanjungbalai diyakini berasal dari gabungan kata tanjung, yang berarti daratan menjorok ke air, dan balai, yaitu bangunan pertemuan yang sejak awal menjadi pusat aktivitas masyarakat. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1620 terdapat sebuah balai di sekitar ujung muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan yang kemudian dikenal sebagai Kampung Tanjung atau “Balai di Tanjung”, yang selanjutnya berkembang menjadi nama Tanjungbalai.

Perkembangan Awal Sebagai Permukiman

Kota Tanjungbalai berdasarkan buku Tanjungbalai Kota Batuah karya Dr. H. Waris Tholib dan Dr. Mailin, pada awalnya berkembang sebagai perkampungan nelayan dan pelabuhan kecil di sekitar muara Sungai Asahan. Berdasarkan catatan tahun 1620, Kampung Tanjung merupakan sebuah balai yang berada di ujung muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Seiring waktu, letaknya yang strategis dan ramainya aktivitas perdagangan mendorong Tanjungbalai berkembang menjadi simpul ekonomi lokal.

Hari Jadi Kota Tanjungbalai

Berdasarkan laman resmi Kota Tanjungbalai, tanggal 27 Desember dipilih sebagai Hari Jadi Kota Tanjungbalai karena bertepatan dengan hari mangkatnya Sultan Iskandar Muda, Sultan Kerajaan Aceh yang merupakan ayahanda Sultan Abdul Jalil dan peristiwa penobatan raja pertama Kerajaan Asahan yaitu Sultan Abdul Jalil pada 27 Desember 1620 . Peristiwa tersebut dinilai memiliki keterkaitan historis dengan perjalanan awal wilayah Tanjungbalai dan dinamika kekuasaan di kawasan pesisir timur Sumatera. Atas dasar pertimbangan sejarah tersebut, tanggal 27 Desember kemudian ditetapkan secara resmi sebagai hari lahir Kota Tanjungbalai melalui Surat Keputusan DPRD Kotamadya Tanjungbalai Nomor 4/DPRD/TB/1986 tanggal 25 November 1986.

Nilai Kearifan Lokal dalam Perjalanan Sejarah Tanjungbalai

Selain faktor sejarah, Tanjungbalai juga dikenal karena kekuatan kearifan lokalnya. Masyarakat kota ini menjaga keharmonisan dalam keberagaman melalui warisan nilai dan tradisi yang masih lestari hingga sekarang.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Keharmonisan

Menurut buku Tanjungbalai Kota Batuah karya Dr. H. Waris Tholib dan Dr. Mailin, masyarakat tanjung balai dikenal aktif membangun toleransi dan kebersamaan melalui kehidupan sosial yang rukun, saling menghormati antar komunitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang memperkuat ikatan sosial.

Tradisi dan Budaya yang Masih Dilestarikan

Beragam tradisi adat, seperti perayaan hari besar dan kegiatan budaya lokal, tetap dipertahankan. Tradisi ini menjadi ciri khas kota dan sarana mempererat hubungan antarwarga, sekaligus menjaga identitas Tanjungbalai dari generasi ke generasi.

Kesimpulan

Sejarah Tanjungbalai mencerminkan perjalanan panjang sebuah kota yang terus beradaptasi tanpa melupakan akar budayanya. Penetapan hari jadi Kota Tanjungbalai menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas daerah. Nilai kearifan lokal yang terjaga hingga kini membuktikan bahwa Tanjungbalai bukan sekadar kota tua, tetapi pusat budaya yang hidup dan dinamis.

Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.