Siapa Mohammad Yamin? Perannya dalam Kongres Pemuda II dan Sumpah Pemuda
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mohammad Yamin merupakan salah satu tokoh penting di balik lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Melalui pemikiran, gagasan, dan perannya dalam Kongres Pemuda II, ia turut memperkuat semangat persatuan yang kemudian menjadi fondasi perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
Profil Mohammad Yamin dalam Kongres Pemuda II
Latar Belakang Mohammad Yamin
Mohammad Yamin merupakan salah satu tokoh muda yang aktif dalam organisasi Jong Sumatranen Bond. Selain dikenal sebagai sastrawan dan budayawan, ia juga memiliki pemikiran yang kuat mengenai persatuan bangsa. Melalui aktivitas organisasi dan karya-karyanya, Yamin mendorong lahirnya identitas nasional yang melampaui batas suku dan daerah.
Pengalamannya dalam organisasi kepemudaan membuat Yamin menjadi salah satu tokoh penting dalam Kongres Pemuda II. Ia aktif menyampaikan gagasan tentang pentingnya menyatukan berbagai organisasi pemuda dalam satu cita-cita, yaitu Indonesia yang merdeka dan bersatu.
Peran Mohammad Yamin dalam Kongres Pemuda II
Pada Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928, Mohammad Yamin bertugas sebagai sekretaris, sedangkan ketua kongres adalah Sugondo Djojopuspito dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Dalam sidang pertama, Yamin juga menyampaikan pidato mengenai persatuan dan kebangsaan yang memperkuat semangat nasionalisme para peserta kongres.
Yamin dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam merumuskan ikrar Sumpah Pemuda. Ia memberikan gagasan mengenai pentingnya satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, serta mendorong penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Hasil Kongres Pemuda II
Menurut artikel Peran Pemuda dan Perempuan Dalam Sejarah Sumpah Pemuda oleh Alpida Sari dkk., tiga sidang Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta. Sidang pertama berlangsung di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, sidang kedua di Oost-Java Bioscoop, dan sidang terakhir di Indonesische Clubgebouw (Kramat 106). Selama kongres, para peserta membahas pentingnya persatuan bangsa, pendidikan, dan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.
Pada penutupan kongres tanggal 28 Oktober 1928, para peserta mengikrarkan Sumpah Pemuda yang berisi pengakuan atas satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Kongres tersebut juga diwarnai dengan diperdengarkannya lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman untuk pertama kalinya di hadapan peserta kongres.
Kontribusi Mohammad Yamin bagi Pergerakan Nasional
Melalui gagasan dan pemikirannya, Mohammad Yamin memberikan sumbangan besar terhadap tumbuhnya nasionalisme Indonesia. Konsep persatuan yang ia perjuangkan menjadi landasan penting bagi perkembangan pergerakan nasional hingga tercapainya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Perannya sebagai pemikir, orator, dan perumus Sumpah Pemuda menjadikan Mohammad Yamin sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia