Konten dari Pengguna

Sultan Malik al-Saleh: Pendiri Kerajaan Samudra Pasai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerajaan Samudera Pasai. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerajaan Samudera Pasai. Foto: Pixabay.

Kerajaan Samudra Pasai tercatat sebagai kerajaan Islam pertama yang berdiri di Nusantara pada abad ke-13. Keberadaannya menjadi tonggak penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Aceh.

Pendiri kerajaan ini adalah Sultan Malik al-Saleh yang diperkirakan mendirikan kerajaan sekitar tahun 1267 Masehi. Peran beliau tidak hanya sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai tokoh penting dalam dakwah Islam di tanah Melayu. Jejak keberadaannya masih dapat ditemukan melalui situs makam yang berada di Beuringen, Kabupaten Aceh Utara.

Profil Sultan Malik al-Saleh sebagai Pendiri Kerajaan Samudra Pasai

Sultan Malik al-Shalih atau Meurah Silu merupakan pendiri Kerajaan Samudra Pasai yang berdiri sekitar tahun 1270 M. Dalam silsilahnya, ia disebut masih memiliki hubungan keturunan dengan para Sultan Perlak.

Berdirinya Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Sultan Malik al-Shalih sekitar tahun 1270 M di wilayah pesisir utara Aceh dan kemudian berkembang menjadi salah satu kerajaan Islam penting di kawasan Selat Malaka.

Peran Sultan Malik al-Shalih dalam Penyebaran Islam

Pada masa perkembangannya, Samudra Pasai menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara, dan banyak mubalig yang berangkat dari kerajaan ini menuju berbagai daerah.

Penerus Sultan Malik al-Shalih

Menurut penelitian Persepsi Masyarakat terhadap Situs Makam Kerajaan Pasai oleh Fitriani, setelah Sultan Malik al-Shalih wafat pada tahun 1297 M, pemerintahan Kerajaan Samudra Pasai dilanjutkan oleh putranya, Sultan Muhammad Malik al-Zahir.

Lokasi Makam Sultan Malik al-Shalih

Makam Sultan Malik al-Shalih berada di kompleks makam Kerajaan Pasai yang terletak di Desa Beringin, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, berdampingan dengan makam Sultan Malik al-Zahir.

Makam sebagai Bukti Sejarah

Kompleks makam Sultan Malik al-Shalih menjadi salah satu bukti penting keberadaan Kerajaan Samudra Pasai dan hingga kini terus dimanfaatkan sebagai objek sejarah, penelitian, serta ziarah.

Kerajaan Samudra Pasai sebagai Kerajaan Islam Pertama di Nusantara

Samudra Pasai berkembang menjadi kerajaan Islam yang maju berkat letaknya yang strategis di jalur perdagangan Selat Malaka.

Perkembangan Perdagangan

Letaknya di Selat Malaka menjadikan Samudra Pasai berkembang sebagai pusat perdagangan internasional yang ramai dikunjungi pedagang dari Asia, Afrika, Cina, dan Eropa.

Penyebaran Islam

Selain menjadi pusat perdagangan, Samudra Pasai juga berkembang sebagai pusat penyebaran Islam di Nusantara melalui para mubalig yang berasal dari kerajaan tersebut.

Kompleks Makam sebagai Cagar Budaya

Kompleks makam Sultan Malik al-Shalih dan Sultan Malik al-Zahir terus dipelihara serta dikelola oleh pemerintah bersama masyarakat sebagai situs yang memiliki nilai penting sejarah.

Fungsi Edukasi dan Ziarah

Selain menjadi tujuan ziarah, kompleks makam Sultan Malik al-Shalih juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan penelitian sejarah bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Keteladanan Sultan Malik al-Shalih

Sejarah Sultan Malik al-Shalih dan Kerajaan Samudra Pasai menjadi bagian penting dalam perkembangan Islam di Nusantara serta menjadi sumber pembelajaran mengenai awal pertumbuhan kerajaan Islam di Indonesia.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia