Konten dari Pengguna

Sumber Sejarah Mataram Kuno dan Nilai yang Terkandung

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mataram Kuno. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mataram Kuno. Foto: Pixabay.

Kerajaan Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara yang berkembang pesat pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Peninggalan kerajaan ini menjadi bukti penting bagaimana peradaban tinggi telah tumbuh di tanah Jawa sejak ratusan tahun silam. Berbagai sumber sejarah dari masa Mataram Kuno masih bisa ditemukan hingga saat ini. Sumber-sumber tersebut tidak hanya memberikan informasi tentang masa lalu, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang relevan untuk kehidupan modern.

Jenis-Jenis Sumber Sejarah Mataram Kuno

Sumber Prasasti

Prasasti merupakan sumber tertulis utama dalam penelitian sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Berbagai prasasti seperti Prasasti Canggal, Kamalagi, Kurambitan, Plandi, Mulak, Kwak I, Ramwi, hingga Tihang, memuat informasi mengenai pemerintahan, kehidupan sosial, keagamaan, hingga sistem administrasi yang berkembang pada masa kerajaan.

Candi dan Relief

Bangunan candi beserta reliefnya seperti Candi Borobudur menjadi sumber penting untuk memahami kehidupan masyarakat Mataram Kuno. Relief-relief tersebut menggambarkan aktivitas sehari-hari, nilai keagamaan, hingga gambaran mengenai proses pendidikan pada masa itu.

Sastra Jawa Kuno

Selain prasasti, karya sastra juga menjadi sumber tertulis yang membantu menjelaskan berbagai aspek kehidupan masyarakat pada masa Mataram Kuno, termasuk nilai-nilai pendidikan dan budaya yang berkembang saat itu.

Artefak dan Peninggalan Material

Artefak seperti arca dan bangunan candi menjadi sumber sejarah penting yang menunjukkan perkembangan seni, keagamaan, serta tingkat peradaban masyarakat Mataram Kuno.

Nilai Historis dan Pendidikan Karakter dari Sumber Sejarah Mataram Kuno

Menurut artikel The Value of Character Education Based on History of The Mataram Kuno Kingdom in the 8th–9th AD oleh Naufal Raffi Arrazaq, peninggalan Kerajaan Mataram Kuno tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung berbagai nilai pendidikan karakter yang masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masa kini.

Nilai Religius

Nilai toleransi tercermin dari kehidupan masyarakat Mataram Kuno yang memungkinkan pemeluk agama Hindu dan Buddha menjalankan ibadah masing-masing secara berdampingan. Bukti sikap tersebut terlihat dari keberadaan bangunan suci bercorak Hindu dan Buddha yang dibangun berdekatan.

Nilai Kepemimpinan

Sikap toleran Rakai Panangkaran menjadi salah satu teladan penting dalam sejarah Mataram Kuno. Meskipun beragama Hindu, ia membangun tempat ibadah Buddha sebagai bentuk penghormatan terhadap pemeluk agama lain.

Nilai Gotong Royong

Pembangunan candi pada masa Mataram Kuno menunjukkan tingginya kemampuan masyarakat dalam bidang arsitektur, keagamaan, dan keterampilan teknis yang diperoleh melalui proses pendidikan.

Nilai Kearifan Lokal (Local Genius)

Nilai local genius tercermin dari kemampuan masyarakat Mataram Kuno mengadaptasi pengaruh budaya India tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Adaptasi tersebut terlihat pada bentuk arsitektur candi, relief, hingga teknik konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi alam Nusantara.

Relevansi bagi Pendidikan Karakter

Nilai-nilai seperti local genius, toleransi, dan kesetaraan gender yang tercermin dalam peninggalan Mataram Kuno dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran karakter untuk membentuk generasi yang menghargai keberagaman, budaya, dan kesetaraan.

Kesimpulan

Mempelajari sumber-sumber sejarah Kerajaan Mataram Kuno tidak hanya memperkaya pemahaman tentang masa lalu, tetapi juga memberikan pembelajaran karakter melalui nilai local genius, toleransi, dan kesetaraan gender yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia