Surjan: Mengenal Busana Tradisional Jawa dan Karakteristiknya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Busana tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, baik sebagai simbol budaya maupun identitas. Salah satu pakaian yang cukup dikenal adalah surjan, yang hingga kini masih digunakan dalam berbagai upacara adat maupun kegiatan resmi. Surjan tidak hanya mencerminkan estetika, tapi juga sarat makna filosofis yang diwariskan turun-temurun.
Pengertian Busana Surjan
Surjan merupakan busana tradisional Jawa yang memiliki ciri lengan panjang serta kancing depan yang khas. Menurut skripsi Busana Surjan Kraton Yogyakarta (Tinjauan Estetika) oleh Surono, busana ini awalnya dipakai di lingkungan kraton sebagai pakaian para putra raja hingga dewasa. Selain sebagai penanda status sosial, surjan juga sering digunakan dalam acara adat dan aktivitas sehari-hari oleh masyarakat Jawa pada masa lampau, sering digunakan dalam penyelenggaraan mantu atau pernikahan, ngingsir, upacara ruwatan dan pakaian keseharian abdi dalem. Fungsinya semakin berkembang seiring waktu, namun tetap mempertahankan ciri khas utamanya.
Sejarah dan Asal-Usul Busana Surjan
Busana surjan berkembang di lingkungan Kraton Yogyakarta sejak masa Sultan Hamengku Buwana I (1755-1792). Surjan dipandang sebagai busana tradisional yang mengandung makna simbolis dan merepresentasikan nilai budaya masyarakat Jawa.
Karakteristik Utama Busana Surjan
Bahan dan Warna
Busana surjan menggunakan kain lurik sebagai bahan utama dengan ragam pilihan warna. Dalam kajian estetika, surjan dipandang sebagai busana tradisional yang memiliki makna simbolis dalam budaya masyarakat Jawa.
Model dan Desain
Ciri utama busana surjan terletak pada sistem kancing depan (belah banten) yang berjumlah enam. Busana ini digunakan baik dalam upacara adat maupun sebagai pakaian keseharian abdi dalem di lingkungan Kraton Yogyakarta.
Makna Filosofis Busana Surjan
Busana surjan memiliki arti dan makna simbolis sebagai bagian dari budaya tradisional masyarakat Jawa. Makna tersebut berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di lingkungan Kraton Yogyakarta.
Kesimpulan
Surjan tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan busana tradisional Jawa, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang mendalam. Keunikan bahan, model, dan simbolisme yang terkandung dalam surjan masih relevan sebagai identitas budaya di era modern. Dengan memahami karakteristik dan sejarahnya, surjan tetap layak dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.