Tari Ronggeng Blantek Berasal dari Mana? Ini Faktanya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari Ronggeng Blantek menjadi salah satu warisan budaya yang mencerminkan kekayaan seni tradisional Indonesia. Keberadaannya tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai identitas budaya yang terus dijaga hingga kini.
Memahami asal-usul tarian ini penting agar generasi muda dapat mengenal dan melestarikan warisan nenek moyang. Dengan mengetahui sejarah dan karakteristiknya, diharapkan minat terhadap seni tradisional semakin meningkat di tengah arus modernisasi.
Asal-Usul Tari Ronggeng Blantek
Tari Ronggeng Blantek merupakan karya seni kreasi baru berkarakter Betawi yang diinisiasi pada era 1980-an oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Tarian ini diciptakan sebagai upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah cepatnya arus modernisasi Jakarta. Istilah blantek merujuk pada karakter iringan musik serta dinamika gerakannya yang cepat, bertenaga, dan luwes.
Karakteristik dan Pembelajaran Tari Ronggeng Blantek
Tarian ini menonjol lewat olah gerak yang ekspresif, cepat, dan penuh energi, yang dipadukan dengan busana khas Betawi berwarna cerah serta tata rias penegas karakter. Pertunjukannya diiringi instrumen tradisional seperti gambang kromong, rebana, gendang, kecrek, hingga seruling.
Menurut artikel Ronggeng Blantek dance learning to improve teenagers' interests and talents in Taringgul Tonggoh Village oleh Fikri Algi Fahri dkk., pembelajaran Tari Ronggeng Blantek di Desa Taringgul Tonggoh difokuskan untuk mengasah minat, bakat, serta rasa percaya diri para remaja. Proses pengajarannya menerapkan pendekatan sistematis melalui metode ceramah, demonstrasi, serta latihan secara berkala (drill). Selain melatih fisik dan ingatan, pembelajaran ini menitikberatkan pada tiga aspek utama seni tari—wiraga, wirahma, dan wirasa—agar para penari tidak hanya menguasai gerakan secara teknis, tetapi juga menghayati pesan budaya di dalamnya.
Unsur Pertunjukan dan Tata Busana
Keindahan Tari Ronggeng Blantek dirancang melalui perpaduan harmonis antara olah gerak, busana, dan tata rias. Penari wanita umumnya mengenakan kebaya khas Betawi berhias sulaman atau payet yang dipadukan dengan kain panjang motif lokal serta hiasan kepala yang khas. Sementara itu, penari pria menggunakan pakaian koko atau busana adat dari kain batik maupun songket. Riasan wajah dibuat menonjolkan garis mata dan alis tanpa menghilangkan keanggunan alami, sehingga mendukung ekspresi penari saat memperagakan beragam pola gerak seperti ogek, selancar ngepik, goyang cendol ijo, hingga gibang silat.
Manfaat Edukatif dan Upaya Pelestarian Bagi Generasi Muda
Pembelajaran seni tari tradisional terbukti memberikan dampak positif bagi perkembangan remaja, baik secara fisik maupun psikologis. Aktivitas menari melatih stamina, fleksibilitas, koordinasi tubuh, serta daya ingat saat menghafalkan alur gerakan. Dari segi emosional, proses latihan kelompok membantu remaja mengelola emosi, meningkatkan empati, serta memupuk keberanian saat harus tampil di depan umum. Melalui wadah kegiatan budaya seperti ini, generasi muda tidak hanya menyalurkan bakatnya, tetapi juga berperan aktif sebagai penerus dan pelindung warisan budaya bangsa.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia