Tradisi Kasada Tengger: Sejarah dan Maknanya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di kawasan pegunungan Bromo, masyarakat Tengger dikenal dengan tradisi Kasada yang masih dijalankan hingga kini. Upacara ini menjadi bagian penting dari identitas budaya dan spiritual masyarakat setempat. Melalui tradisi ini, nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur terus dijaga dari generasi ke generasi.
Apa Itu Tradisi Kasada?
Tradisi Kasada Tengger merupakan salah satu tradisi yang dijalankan oleh masyarakat Tengger setiap tahun. Menurut penjelasan dalam artikel Nilai Budaya Lokal pada Upacara Kasada dalam Upaya Pelestarian Kebudayaan Masyarakat Suku Tengger Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo oleh Achmad Zurohman dkk., Tradisi Kasada merupakan upacara tahunan masyarakat Tengger yang dilakukan dengan melemparkan sesaji ke kawah Tengger sebagai bentuk ritual keagamaan.
Upacara Kasada
Upacara Kasada merupakan ritual persembahan yang ditujukan kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur melalui pemberian sesaji.
Tujuan dan Makna Tradisi Kasada
Kasada memiliki makna spiritual yang dalam. Tradisi Kasada mengandung nilai penghormatan kepada leluhur, kepatuhan, serta kebersamaan dan kerukunan dalam kehidupan masyarakat Tengger.
Waktu dan Pelaksanaan Upacara
Upacara tradisional Kasada dilaksanakan setiap tanggal 14 saat bulan purnama pada mangsa Kasada (Ashada). Upacara ini dihadiri masyarakat dari berbagai desa di kawasan Tengger dan berpusat di kawah Gunung Bromo sebagai bentuk ritual keagamaan dan tradisi leluhur.
Prosesi Utama dalam Kasada
Prosesi Kasada dilakukan dengan mempersembahkan sesaji dan hasil bumi ke kawah Gunung Bromo melalui ritual doa, mantra, dan pembakaran kemenyan.
Sejarah Upacara Kasada Suku Tengger
Asal-usul Suku Tengger
Tradisi Kasada berawal dari kisah Rara Anteng, putri Raja Majapahit, dan Jaka Seger, putra seorang Brahmana. Nama “Tengger” berasal dari gabungan nama belakang keduanya. Pasangan ini membangun dan memimpin wilayah Tengger dengan gelar Purbowasesa Mangkurating Tengger, yang berarti penguasa Tengger yang bijaksana.
Permohonan Keturunan
Rara Anteng dan Jaka Seger tidak memiliki keturunan, sehingga mereka bertapa memohon kepada Sang Hyang Widhi. Permohonan mereka dikabulkan dengan syarat anak bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo. Pasangan tersebut menyanggupi dan kemudian dikaruniai 25 anak.
Pengorbanan Kusuma dan Lahirnya Tradisi Kasada
Karena tidak tega, mereka tidak menepati janji. Dewa murka dan Gunung Bromo meletus. Kusuma, anak bungsu, terseret ke kawah Bromo. Suara gaib kemudian menyampaikan bahwa pengorbanan tersebut harus menjadi pengingat bagi keturunannya. Sejak saat itu, masyarakat Tengger setiap tanggal 14 bulan Kasada melaksanakan upacara di kawah Gunung Bromo sebagai bentuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi agar kehidupan tetap damai dan tenteram.
Perkembangan Tradisi Kasada dari Masa ke Masa
Tradisi Kasada terus dipertahankan melalui kerja sama tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestariannya.
Nilai Budaya dan Upaya Pelestarian Kasada
Upacara Kasada bukan sekadar ritual keagamaan, tapi juga sarana menjaga dan melestarikan budaya lokal. Berbagai pihak turut berupaya agar tradisi ini tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Pentingnya Upacara Kasada dalam Masyarakat Tengger
Kasada memiliki peran penting karena menumbuhkan kebersamaan, kerukunan, serta menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Tengger.
Peran Sosial dan Keagamaan Kasada
Kasada berperan memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat serta menjadi bagian dari praktik keagamaan masyarakat Tengger.
Kasada sebagai Daya Tarik Budaya dan Wisata
Selain aspek religi, tradisi Kasada menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak orang datang untuk menyaksikan prosesi yang unik dan sarat makna budaya.
Kesimpulan
Tradisi Kasada Tengger merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat di sekitar Gunung Bromo. Melalui perpaduan nilai spiritual dan sosial, tradisi ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga identitas dan keberlanjutan budaya lokal. Upaya pelestarian tradisi Kasada terus dilakukan agar generasi mendatang tetap dapat merasakan kekayaan budaya Nusantara.
Reviewed by Melody Aria Putri, S.Hum., Gr.
Baca Juga: Mengenal Budaya Indonesia sebagai Warisan Keragaman dan Identitas Nusantara