Konten dari Pengguna

Trikora: Operasi Pembebasan Irian Barat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Trikora. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Trikora. Foto: Unsplash.

Irian Barat menjadi satu-satunya wilayah Indonesia yang belum merdeka pasca pengakuan kedaulatan tahun 1949. Belanda tetap bersikukuh mempertahankan kekuasaan di wilayah tersebut meskipun Indonesia sudah berusaha keras melalui jalur diplomasi di forum internasional. Kondisi inilah yang kemudian mendorong Presiden Soekarno mengumumkan Trikora atau Tri Komando Rakyat pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta. Komando tersebut menjadi titik balik perjuangan Indonesia merebut kembali Irian Barat yang menjadi bagian sah wilayah Nusantara.

Pengertian dan Latar Belakang Trikora

Menurut artikel Operasi Trikora sebagai Upaya Mengembalikan Irian Barat ke Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh Theresia Ngilan Bupu dan I Ketut Laba Sumarjiana, Trikora merupakan singkatan dari Tri Komando Rakyat, yaitu seruan Presiden Soekarno yang diumumkan pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta sebagai langkah untuk memperjuangkan pengembalian Irian Barat ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Latar Belakang Munculnya Trikora

Lahirnya Trikora dilatarbelakangi oleh kegagalan berbagai upaya diplomasi Indonesia untuk memperoleh kembali Irian Barat. Meskipun Belanda telah mengakui kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), wilayah Irian Barat tidak segera diserahkan dan tetap berada di bawah kekuasaan Belanda. Berbagai perundingan bilateral maupun pembahasan di forum PBB belum mampu menghasilkan penyelesaian yang diharapkan.

Isi Tri Komando Rakyat

Dalam pidatonya, Presiden Soekarno mengeluarkan tiga komando utama, yaitu menggagalkan pembentukan negara Papua bentukan Belanda, mengibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat sebagai lambang kedaulatan Indonesia, serta mempersiapkan mobilisasi umum demi mempertahankan persatuan dan kemerdekaan bangsa.

Perubahan Strategi Indonesia

Pengumuman Trikora menandai perubahan strategi Indonesia dari pendekatan diplomasi semata menjadi perpaduan antara diplomasi, konfrontasi politik, tekanan ekonomi, dan operasi militer. Langkah tersebut diambil setelah berbagai usaha damai tidak berhasil membujuk Belanda menyerahkan Irian Barat.

Pelaksanaan dan Keberhasilan Operasi Trikora

Pembentukan Komando Mandala

Sebagai tindak lanjut Trikora, pemerintah membentuk Komando Mandala pada 2 Januari 1962 dengan Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima. Komando gabungan yang terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara ini bertugas merencanakan serta melaksanakan operasi pembebasan Irian Barat.

Strategi Operasi Militer

Komando Mandala menerapkan strategi bertahap yang terdiri atas fase infiltrasi, eksploitasi, dan konsolidasi. Melalui penyusupan pasukan ke berbagai wilayah strategis, Indonesia berupaya memperkuat posisi militernya sekaligus memberikan tekanan kepada Belanda sebelum dilaksanakannya operasi skala penuh.

Diplomasi New York Agreement

Di tengah berlangsungnya operasi militer, Indonesia tetap mengedepankan jalur diplomasi. Dengan mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan peran Amerika Serikat melalui Proposal Bunker, Indonesia dan Belanda akhirnya mencapai Persetujuan New York pada tahun 1962 yang menjadi dasar penyelesaian sengketa Irian Barat.

Penyerahan Irian Barat

Berdasarkan Persetujuan New York, pengelolaan Irian Barat terlebih dahulu diserahkan kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebelum akhirnya dialihkan kepada Indonesia pada 1 Mei 1963 sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dampak dan Hasil Trikora

Operasi Trikora menjadi salah satu langkah penting dalam mengembalikan Irian Barat ke wilayah Indonesia. Keberhasilan tersebut dicapai melalui perpaduan diplomasi, tekanan politik, langkah ekonomi, serta operasi militer yang saling mendukung. Selanjutnya, Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 menetapkan bahwa Irian Barat tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia