Konten dari Pengguna

Tujuan Sumpah Pemuda dan Relevansinya bagi Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sumpah Pemuda. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sumpah Pemuda. Foto: Unsplash.

Peristiwa 28 Oktober 1928 menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Ikrar Sumpah Pemuda yang lahir dari Kongres Pemuda II bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan gerakan sadar yang memiliki tujuan strategis untuk mempersatukan bangsa. Saat itu, Indonesia masih terpecah dalam berbagai organisasi kepemudaan berbasis kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatera, dan Jong Celebes. Kondisi perpecahan ini justru menjadi celah bagi penjajah Belanda untuk terus menguasai nusantara dengan strategi adu domba.

Latar Belakang dan Tujuan Utama Sumpah Pemuda

Latar Belakang Lahirnya Sumpah Pemuda

Menurut artikel Sumpah Pemuda: Sejarah, Makna, dan Relevansinya dalam Kehidupan Berbangsa oleh Candria Racmatulloh Firdaus dan Majdi Mahyadi, pada awal abad ke-20, Indonesia masih berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Perjuangan melawan penjajahan saat itu umumnya masih bersifat kedaerahan sehingga belum mampu membangun kekuatan nasional yang utuh. Kondisi tersebut mendorong munculnya kesadaran di kalangan pemuda bahwa persatuan merupakan kunci utama untuk mencapai kemerdekaan.

Kesadaran tersebut berkembang melalui berbagai organisasi pergerakan dan organisasi kepemudaan yang kemudian bertemu dalam Kongres Pemuda II di Batavia (Jakarta) pada 27–28 Oktober 1928. Kongres ini menjadi momentum penting karena berhasil menyatukan para pemuda dari berbagai daerah dalam satu cita-cita bersama, yang kemudian diwujudkan melalui ikrar Sumpah Pemuda.

Tujuan Utama Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda lahir dengan tujuan memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, daerah, dan budaya. Melalui ikrar tersebut, para pemuda ingin menghapus semangat kedaerahan serta membangun identitas nasional sebagai satu bangsa Indonesia. Selain itu, Sumpah Pemuda menjadi landasan untuk memperkuat perjuangan bersama dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Ikrar Sumpah Pemuda terdiri atas tiga butir utama, yaitu mengakui satu tanah air, Tanah Air Indonesia, satu bangsa, Bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Ketiga ikrar tersebut menegaskan komitmen para pemuda untuk mengesampingkan perbedaan demi terciptanya persatuan nasional.

Peran Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu

Salah satu keputusan paling penting dalam Kongres Pemuda II adalah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Penggunaan satu bahasa memudahkan komunikasi antarsuku dan antardaerah, sekaligus memperkuat identitas nasional. Sejak saat itu, bahasa Indonesia berkembang menjadi alat pemersatu yang mendukung perjuangan menuju kemerdekaan dan tetap menjadi simbol persatuan bangsa hingga sekarang.

Relevansi Tujuan Sumpah Pemuda di Era Modern

Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang terdiri atas ratusan suku, bahasa daerah, dan budaya. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda tahun 1928 menjadi landasan penting untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman serta mencegah munculnya konflik yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Tantangan Nasionalisme di Era Globalisasi

Perkembangan globalisasi dan teknologi informasi membawa tantangan baru bagi semangat nasionalisme. Arus informasi yang sangat cepat, penyebaran hoaks, politik identitas, hingga pengaruh budaya asing dapat memengaruhi rasa persatuan masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap dibutuhkan sebagai pedoman dalam memperkuat identitas nasional dan menjaga integrasi bangsa.

Upaya Mewujudkan Semangat Sumpah Pemuda

Semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, seperti memperkuat pendidikan karakter, menghargai keberagaman, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan bangsa. Dengan mengamalkan nilai persatuan, nasionalisme, dan toleransi, generasi muda dapat meneruskan cita-cita para pendahulu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.

Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia