Pencarian populer

6 Alasan Sebuah Video Bisa Menjadi Viral di Dunia Maya Menurut Profesor Dari AS

Viral (Foto : Time)

Setiap harinya kita disuguhi oleh video, meme, maupun konten-konten lainnya yang menyebar seperti virus atau sering disebut sebagai menjadi viral.

Sejak Malcolm Gladwell menulis buku “Tipping Point,” para psikolog telah berusaha untuk mencari apa yang membuat sebuah konten menjadi viral.

Menurut Profesor pemasaran dari Wharton di Amerika Serikat ; Jonah Berger jawabannya adalah STEPPS.

Apa sajakah STEPPS tersebut?

Simak uraian berikut yang dikutip dari The Next Web.

1. Social Currency

Kita mengirimkan dan membagikan konten di media sosial untuk dipersepsikan oleh orang lain dari sudut pandang tertentu. Karena kita terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan terhadap kita, hal ini mempengaruhi perilaku daring (online) kita. Sehingga supaya terlihat keren atau tidak kuper, kita membagikan konten populer dan seringkali menambahkan pendapat kita sendiri.

2. Triggers

Social currency membuat orang-orang mulai membicarakan sebuah isu, namun triggers membuat mereka terus membicarakannya. Triggers adalah pengingat terkait konsep dan ide yang berhubungan.

Misalnya, jika teman kita mengatakan, “Gangnam..,” kita bisa jadi langsung tahu apa lanjutannya yaitu ‘style’ dan akan langsung muncul bayangan video pria gemuk berkacamata menari dengan penuh semangat.

Contoh lainnya adalah lagu Friday dari Rebecca Black yang meskipun banyak dihujat, tetap menjadi viral pada tahun 2011. Bagaimana caranya video tersebut bisa ditonton hingga 300 juta kali? Jika kita membuka rekaman sejarah pencarian video ini, kita bisa melihat sebuah pola: setiap hari Jumat ada lonjakan pencarian.

Jumat sebagai hari telah berperan sebagai trigger atau pemicu yang hampir memaksa orang-orang untuk berpikir bahkan berbagi lagu konyol tersebut setiap minggunya.

3. Emosi

Dalam penelitiannya, Berger menekankan bahwa saat kita peduli, maka kita akan berbagi. Manusia adalah makhluk sosial. Kita senang berbagi opini kita dengan satu sama lain dan merasa diterima. Sehingga saat kita menemukan sesuatu yang lucu, informatif, atau keren di dunia maya, kita merasa butuh memberi tahu semua orang.

Emosi ada di balik hampir semua video Facebook yang viral. Khususnya video yang melibatkan good samaritan dan tunawisma. Video-video ini mengharukan para penontonnya, membuatnya menangis dan pada akhirnya menjadikan moodnya bagus. Setelah luapan emosinya mereda, mereka membagikan video tersebut.

4. Public

Semakin populer sebuah konten, semakin besar kemungkinan seseorang tertarik dengannya. Fenomena ini dikenal sebagai ‘bukti sosial’. Seseorang meniru perilaku orang lain karena mendapatkan informasi darinya.

Misalnya, jika kita tidak tahu tentang pernyataan kontroversial dari Donald Trump, kita mungkin akan menemukan kicauan yang telah di-RT ratusan kali dan berpihak kepadanya.

Viral (Foto : Mobile Jazz)

5. Practical Value

Konten-konten berguna tentunya perlu dibagikan ulang. Orang-orang senang berbagi konten praktis, informasi yang dianggap berguna karena bermanfaat bagi kerabat dan kawan.

Sebagai contohnya adalah video-video Tasty dari Buzzfedd. Video yang menggiurkan ini mendominasi Facebook karena jutaan orang merasa mendapat manfaat. Buzzfeed peduli dengan besarnya durasi perhatian seseorang dan memberikan mereka resep-resep terjangkau yang mudah dibuat.

6.Story

Studi menunjukkan bahwa satu-satunya cara otak kita bisa tetap fokus adalah dengan mengonsumsi cerita. Otak kita akan menghalangi semua gangguan dan mengunci fokus kita pada cerita yang ada. Orang-orang sulit menahan diri dari cerita yang bagus dan membagikan mereka untuk alasan-alasan yang telah disebutkan sebelumnya.

-Nilai sosial (Social currency)

-Tingkat emosional tinggi

-Nilai praktis

Sumber

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22